Share

Bicara Inflasi 2021, Sri Mulyani Soroti Daya Beli Masyarakat RI Belum Maksimal

Athika Rahma, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 320 2526890 bicara-inflasi-2021-sri-mulyani-soroti-daya-beli-masyarakat-ri-belum-maksimal-0VsQM7v8Zt.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai laju inflasi domestik tetap terkendali meski terdapat peningkatan. Kenaikan inflasi disebabkan pemulihan dari sisi demand seiring dengan naiknya tingkat mobilitas masyarakat di tengah harga global yang masih menekan.

"Namun, inflasi IHK cenderung terjaga akibat disrupsi suplai masih terbatas dan kenaikan daya beli belum maksimal," ujar Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Inflasi Minggu Keempat Desember 0,49%, Harga Cabai Rawit Jadi Biang Kerok

Lebih lanjut, Menkeu tetap mengingatkan bahwa terdapat potensi kenaikan ongkos produksi dan distribusi. Inflasi tahun 2021 sendiri mencapai 1,9%.

"Indonesia inflasi relatif terjaga 1,9%. Secara domestik kita lihat berbagai komponennya cukup terjaga, tapi kita harus simak untuk tahun 2022 harus kita waspadai,” katanya.

Baca Juga: Harga Cabai Mahal Sumbang Inflasi Terbesar di Minggu ke-2 Desember

Inflasi Indonesia tahun lalu juga lebih baik dibanding negara lain. Brazil, misalnya, inflasinya sudah diatas 10%.

Kemudian, Rusia 8,4%, Meksiko 7,4%, Afrika selatan 5,5 %, Inggris diatas 5%, Korea selatan inflasinya mencapai 3,7%.

"Eropa juga sama inflasinya sudah mendekati 5%, India inflasinya 4,9%, Jepang sudah ada kenaikan inflasi sebesar 0,6%. Bahkan Amerika 6,8%," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini