Share

Evaluasi DMO Batu Bara, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

Athika Rahma, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 320 2528677 evaluasi-dmo-batu-bara-ini-penjelasan-kementerian-esdm-ON9BzE17F2.jpg Kewajiban Pasokan Batu Bara Dalam Negeri Akan Dievaluasi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Pemerintah akan mengubah kewajiban pasokan atau Domestic Market Obligation (DMO) batu bara. Hal ini pun sudah disepakati dalam rapat terbatas antara Kementerian/Lembaga (K/L).

Menanggapi hal ini, Staf Khusus Menteri ESDM, Bidang Percepatan dan Pengelolaan Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif mengatakan, belum ada keputusan final terkait perubahan DMO tersebut.

Baca Juga: Turun Tangan, Menko Luhut Sebut RI Tak Lagi Krisis Batu Bara

"Masih sesuai dengan Kepmen ESDM No 139.K/2021," ujar Irwandy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (7/1/2022).

Adapun, Kepmen ESDM No. 139.K/2021 berisi tentang kewajiban pasokan batubara untuk kepentingan DMO. Dalam aturan ini, produsen wajib memasok 25% total produksi batubaranya untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca Juga: 2.078 Izin Pertambangan Dicabut, 302 Usaha Batu Bara Dihentikan

Irwandy sendiri tidak menjelaskan apakah pembahasan terhadap hal tersebut tengah dijalankan atau tidak. Saat ini, pemerintah masih fokus menjaga keandalan pasokan batubara untuk kebutuhan listrik nasional.

Sementara itu, seperti disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir, ke depannya Kementerian ESDM akan mengeluarkan perubahan DMO yang ditinjau atau di review perbulannya. Bahkan, produsen yang tidak menepati kontrak akan dipenalti tinggi hingga dicabut izin operasionalnya.

"Dalam rapat bersama juga disepakati bahwa Menteri ESDM akan mengeluarkan perubahan DMO yang bisa direview perbulan dan yang tidak menepati sesuai kontrak akan di penalti tinggi bahkan dicabut izinnya," ujar Erick, Selasa (4/1) lalu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini