Share

Dilema Kejar EBT tapi Masih Butuh Batu Bara, Bagaimana Nih?

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 320 2530371 dilema-kejar-ebt-tapi-masih-butuh-batu-bara-bagaimana-nih-ryoiAipAFr.jpg Dilema Kejar EBT dan Kebutuhan Akan Batu Bara. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta jajarannya mempercepat realisasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Arifin mengatakan, program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dilakukan percepatan dalam hal produksi. Pembangkit listrik EBT juga perlu dilakukan percepatan penyelesaian.

Baca Juga: Teken Kerja Sama, Jepang Bantu Indonesia Percepat Transisi Energi

"Di samping itu perlu dilakukan terobosan dalam pengembangan energi baru terbarukan serta menumbuhkan iklim investasi yang baik," ujar Arifin saat melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM, dikutip Selasa (11/1/2022).

Sementara untuk bidang mineral dan batubara, perlu juga menjaga pelaksanaan kebijakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO), dan keandalan pasokan batu bara yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri.

Baca Juga: Potensi Energi Baru Terbarukan di Indonesia Capai 3.000 Gigawatt

"Bagi badan usaha yang tidak menepati kontrak agar diberikan sanksi sesuai perundangan yang berlaku," tegasnya.

Arifin juga berpesan kepada Para Inspektur, agar senantiasa fokus melaksanakan pengawasan internal Kementerian ESDM dengan melakukan pendampingan dan mengawal program-program strategis Kementerian ESDM, di samping itu juga dilakukan percepatan program reformasi birokrasi agar mendapatkan penilaian yang lebih baik.

"Di bidang geologi, juga perlu meningkatkan koordinasi bersama instansi terkait dalam rangka penataan konservasi air tanah yang saat ini kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan, perlu dilakukan langkah-langkah konkret untuk konservasi air tanah, agar kualitas air tanah juga meningkat," pinta Arifin.

Demikian juga dengan Dewan Energi Nasional (DEN), diharapkan dapat mendukung dan mengkoordinasikan program-program strategis pemerintah, terutama penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan. Di samping itu, juga mendorong percepatan bauran energi 23% pada tahun 2025.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini