Share

RI Bakal Ngerem Utang di 2022, Ini Alasannya

Rina Anggraeni, Sindonews · Rabu 12 Januari 2022 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 320 2531334 ri-bakal-ngerem-utang-di-2022-ini-alasannya-vexRCmCBCn.jpg Utang Luar Negeri RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa utang pemerintah akan terkendali di 2022.

Kepala BKF Febrio Kacaribu menyatakan bahwa hal ini dikarenakan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diperkirakan lebih rendah ketimbang 2021 lantaran berbagai sektor ekonomi menunjukkan indikasi perbaikan.

"Pada 2022, utang akan lebih terkendali. Kenaikan utang pada 2020 jelas countercyclical dari 29 ke 39 atau 40 persen, tapi 2022 akan mulai flat,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam video virtual, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Utang RI Rp6.000 Triliun, Dinikmati untuk Bansos hingga Gaji PNS

Kemudian kata dia, lima hal yang menjadi arah kebijakan fiskal 2022. Pertama, akselerasi penanganan Covid-19 dengan penguatan sektor kesehatan sebagai kunci recovery dengan kesuksesan program vaksinasi, protokol kesehatan, peningkatan fasilitas kesehatan, dan obat-obatan.

“Kesehatan tetap menjadi kolom pertama. Kita tahu itu adalah necessary condition,” bebenrya

Kedua, menjaga resiliensi, survival, dan akselerasi pemulihan melalui program perlindungan sosial, dukungan kepada dunia usaha, dan UMKM. Hal ini dilakukan dengan pemberian Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat, dan insentif dunia usaha.

Baca Juga: Sri Mulyani: Negara Kaya Aja Ngutang, Kita Harus Siap untuk Utang

Ketiga, menjaga momentum reformasi struktural untuk peningkatan daya saing dan kapasitas produksi melalui SDM unggul dan berintegritas, sistem kesehatan yang handal, perlindungan sosial yang adaptif, infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, dan reformasi struktural.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Keempat, reformasi fiskal yang komprehensif melalui reformasi perpajakan, spending better, dan inovasi pembiayaan.

“Kita perbaiki belanja kita, kita perbaiki perpajakan kita dengan undang-undang, lalu kita perbaiki juga pembiayaan kita,” tandas Febrio.

Kelima, menjaga pelaksanaan APBN 2022 berjalan optimal sebagai pondasi konsolidasi fiskal di tahun 2023 dengan optimalisasi reformasi struktural, keberhasilan reformasi fiskal, dan menjaga komitmen bersama seluruh Kementerian/Lembaga.

“Arahnya nanti menuju bukan hanya kita akan semakin kredibel menuju konsolidasi fiskal 3% atau kurang tapi kita juga ingin recovery itu berkualitas,” pungkas Febrio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini