Wall Street Menguat, Inflasi AS Capai 7% Sepanjang 2021

Antara, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 278 2531413 wall-street-menguat-inflasi-as-capai-7-sepanjang-2021-k7K64uu2Ja.jpg Inflasi AS Capai 7,0% Sepanjang 2021. (Foto: Okezone

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Wall Street didukung data inflasi AS yang berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 38,30 poin atau 0,11% menjadi 36.290,32 poin. Indeks S&P 500 bertambah 13,28 poin atau 0,28% menjadi 4.726,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 34,94 poin atau 0,23% menjadi 15.188,39 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material terangkat 0,95% atau memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan tergelincir 0,26% merupakan satu-satunya kelompok yang menurun.

Baca Juga: Wall Street Naik setelah Pidato Jerome Powell Meredakan Kekhawatiran Investor

Departemen Tenaga Kerja mencatat indeks harga konsumen (IHK) meningkat 0,5% pada Desember, setelah naik 0,8% pada November 2021. Sementara sepanjang 2021, IHK melonjak 7,0% atau kenaikan tertinggi hampir empat dekade.

"Investor bersiap menghadapi inflasi yang bahkan lebih panas dari apa yang sebenarnya kita lihat. Seburuk apapun angkanya dan sebanyak tekanan inflasi yang ada dalam perekonomian, ada sedikit kelegaan dalam hal itu," kata Ahli Strategi Pasar Global Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene, dikutip dari Antara, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Nasdaq Balik Menguat di Akhir Perdagangan

"Laporan inflasi hari ini memvalidasi lintasan Fed dan berarti mereka tidak harus lebih agresif daripada yang sudah diperkirakan," ujarnya.

Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa bank sentral segera melonggarkan akomodasi untuk melawan inflasi termasuk menaikkan suku bunga. Diperkirakan akan dimulai segera setelah Maret, serta mengurangi program pembelian obligasi dan mengurangi kepemilikan asetnya.

Untuk sebagian besar sektor saham, ini juga membantu imbal hasil obligasi pemerintah AS yang berjangka lebih panjang turun pada Rabu (12/1/2022). Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan tajam dalam imbal hasil 10-tahun AS telah membebani saham, terutama di sektor pertumbuhan yang sensitif terhadap suku bunga seperti teknologi.

"Fakta bahwa imbal hasil pasar obligasi turun mungkin merupakan sinyal bagi investor ekuitas untuk mengambil sedikit lebih banyak risiko hari ini," kata Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin.

Tetapi dengan indeks kecil Russell 2000 berkinerja buruk hingga berakhir turun 0,82 persen, Ablin melihat beberapa kehati-hatian.

"Investor saham tetap menginginkan kualitas. Ini tidak gratis untuk semua," kata Ablin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini