Share

Skema BLU Batu Bara, Ini Penjelasan Menteri ESDM

Athika Rahma, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 320 2531859 skema-blu-batu-bara-ini-penjelasan-menteri-esdm-xLBUvGOPuo.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa skema dibentuknya Badan Layanan Umum (BLU) untuk menggantikan Domestic Market Obligation/DMO batu bara.

Menurutnya, skema BLU ini nantinya akan mirip dengan skema milik Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDPKS).

"Konsep BLU ini merefer yang sudah dilaksanakan oleh BPDPKS, jadi ada dana untuk mendukung operasional B30 (biodiesel) di sana," ujar Arifin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: 10 Poin Hasil 'Rapat Panas' Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR

Lanjutnya, melalui skema ini, pemerintah akan menerapkan iuran dari produksi batu bara penambang. Besarannya akan digodok terlebih dahulu.

Uang hasil iuran tersebut akan digunakan untuk menutup selisih antara harga batu bara di pasar yang dibayar PLN dengan harga patokan DMO yaitu sebesar USD 70 per metrik ton.

Baca Juga: Menteri ESDM Ungkap 428 Perusahaan Batu Bara Belum Penuhi DMO

"PLN dalam hal ini diminta dulu untuk bisa membeli sesuai dengan market price. Nanti, selisihnya akan dikembali dari (iuran) masing-masing perusahaan," ujarnya.

Arifin menjelaskan, besaran iuran ini akan dibagi sesuai klasifikasi kandungan kalori batu bara yang diproduksi, sehingga besarannya akan berbeda tiap perusahaan.

"Yang low calorie akan dikenakan berapa per ton, high calorie akan berapa per ton, intinya semuanya dikenakan kewajiban itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini