Share

Lunasi Utang, Jaya Ancol (PJAA) Siapkan Rp531,2 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 278 2533885 lunasi-utang-jaya-ancol-pjaa-siapkan-rp531-2-miliar-6zJWIdB5lQ.jpg Emiten Pembangunan Jaya Ancol (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Jaga iklim investasi dan memangkas beban utang, emiten rekreasi dan taman bermain PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah menyiapkan dana senilai Rp531,28 miliar.

Perseroan mengatakan, dana yang disiapkan digunakan untuk melunasi utang jatuh tempo pada awal tahun ini.

Direktur Pembangunan Jaya Ancol, Suparno menyampaikan, dana yang dialokasikan untuk pembayaran pokok dan bunga ke-empat obligasi berkelanjutan II Jaya Ancol tahap II tahun 2021 seri A, B, dan C.

Adapun, untuk pembayaran pokok dan bunga obligasi berkelanjutan II Jaya Ancol tahap II Tahun 2021 seri A senilai Rp526,39 miliar, sedangkan seri B dan C senilai total Rp4,89 miliar.

Baca Juga: Saham Bintang Samudera (BSML) Meroket 200% Pasca IPO, BEI Pantau Ketat

Perseroan mengungkapkan akan melakukan pembayaran sesuai dengan surat permintaan dana dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSE) dan akan mengirimkan bukti transfer pengiriman dana kepada Bank Permata pada tanggal yang sama.

Berdasarkan data KSEI, Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 seri A memiliki pokok senilai Rp516 miliar, seri B senilai Rp149,60 miliar, dan seri C senilai Rp65,4 miliar.

Untuk obligasi berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 seri A akan jatuh tempo pada 20 Februari 2022. Sedangkan seri B akan jatuh tempo pada 10 Februari 2024 dan seri C jatuh tempo pada 10 Februari 2026.

Baca Juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Semacom Integrated (SEMA) Meroket 34%

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat terdapat 62 surat utang yang akan jatuh tempo senilai total Rp21,23 triliun pada kuartal I/2022.

Pefindo pun menunjukkan prospek bisnis pariwisata dan perhotelan pada tahun ini mulai positif yang terlihat pada kunjungan wisman meningkat 6,04% pada November 2021.

Hal ini terjadi seiring dengan mulai membaiknya kondisi ekonomi dan membaiknya pandemi Covid-19 di dalam negeri. Sebelumnya, perseroan meraih fasilitas kredit pembiayaan hingga Rp516 miliar dari PT Bank DKI.

Direktur Pembangunan Jaya Ancol, Suparno pernah bilang, perseroan telah menerima fasilitas kredit dengan penjaminan melalui perjanjian kredit investasi refinancing-obligasi Pembangunan Jaya Ancol dengan Bank DKI.

"Nilai transaksi kredit investasi refinancing-obligasi dengan limit fasilitas kredit sebesar Rp516 miliar dengan agunan aset yang dijaminkan sebesar Rp850 miliar," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini