Sementara itu pengamat ekonomi dari CELIOS Bhima Yudhistira juga mengatakan seharusnya ada nama-nama baru khususnya dari pelaku industri. Karena harusnya komposisi Dewan Komisioner OJK menggabungkan antara pengalaman di sisi regulasi dengan adaptasi teknologi keuangan terbaru. "Jadi dari nama-nama tersebut sebaiknya ada ruang untuk pendatang baru," kata Bhima.
Menurutnya kalau semua pejabat tinggi OJK berasal dari regulator atau pemerintah, maka OJK akan kaku dan kurang mengikuti ya perubahan di ekosistem keuangan. "Sekarang ada NFT, kemudian investasi kripto, ada insurtech juga dan itu semua butuh know-how skill. Tujuannya agar regulasinya juga pas, tidak mematikan inovasi, tapi melindungi nasabah dari praktik yang merugikan," katanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.