Share

Daftar Terbaru Emiten yang Masuk Pemantauan Khusus BEI Mulai 7 Februari

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 06 Februari 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 06 278 2543157 daftar-terbaru-emiten-yang-masuk-pemantauan-khusus-bei-mulai-7-februari-YiczhSKddc.jpg Daftar terbaru emiten dalam pantauan khusus BEI mulai 7 Februari 2022. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia mengumumkan daftar terbaru emiten yang berada dalam pemantauan khusus efektif mulai 7 Februari 2022.

Sebelumnya, per 4 Februari 2022, BEI mengeluarkan PT MNC Studios International Tbk (MSIN) dan PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) dari pemantauan.

Adapun keduanya sempat masuk dalam daftar pemantauan khusus BEI akibat terkena kriteria nomor '10' yakni 'Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan'.

 BACA JUGA:Intip Kinerja Emiten Sawit di Tengah Kenaikan Harga CPO

Dengan keluarnya MSIN dan OASA, maka berikut adalah daftar terbaru efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus yang akan efektif mulai 7 Februari 2022.

Data ini sebagaimana dilaporkan BEI dalam Keterbukaan Informasi, dikutip Minggu (6/2/2022):

A. Kriteria Nomor 10: Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

- PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

 BACA JUGA:Intip Agenda Emiten Hari Ini, RUPS MDKA hingga Dividen TMAS

B. Kriteria Nomor 3: Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.

- PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)

- PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)

- PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU)

- PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)

- PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA)

- PT Onix Capital Tbk (OCAP)

C. Kriteria Nomor 2: Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer).

- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)

- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI)

- PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN)

- PT Intraco Penta Tbk (INTA)

- PT Leyand International Tbk (LAPD)

- PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

D. Kriteria Nomor 8: Dalam kondisi dimohonkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)

- PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

- PT Hanson International Tbk (MYRX)

- PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO)

- PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU)

- PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM)

E. Kriteria Nomor 9: Memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi Perusahaan Tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU atau dimohonkan pailit.

- PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini