Share

Pintu Masuk Wisatawan ke Indonesia Tak Lagi dari Bandara Soetta

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 320 2543300 pintu-masuk-wisatawan-ke-indonesia-tak-lagi-dari-bandara-soetta-JFIJycd56P.jpg Pelaku Perjalanan Luar Negeri WNI-WNA untuk Wisata Tak Lagi dari Bandara Soetta. (Foto: Okezone.com/AP 2)

JAKARTA - Turis yang mau ke Indonesia untuk berwisata tak lagi masuk dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan, selama pemberlakuan SE No 11 Tahun 2022 diberlakukan pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata tidak melalui Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang.

Baca Juga: Covid-19 Meningkat, Aturan Perjalanan Luar Negeri dengan Pesawat Diperketat

“Diberlakukan pembatasan pintu masuk (entry point) bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan wisata hanya dapat melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandar Udara Hang Nadim, Batam, dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang,” ujarnya, Jakarta, Senin (7/2/2022).

Sedangkan bagi WNI dan WNA pelaku perjalanan luar negeri dengan tujuan selain wisata, dapat melalui bandar yang ditetapkan sebagai pintu masuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

Baca Juga: Pintu Masuk Internasional Bali Dibuka, Pelaku Perjalanan Wajib Bawa Berkas Ini

"Persyaratan bagi WNA pelaku perjalanan dengan tujuan wisata wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi Covid-19 (fisik maupun digital) dan hasil negatif tes RT-PCR, lalu wajib melampirkan Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” tambahnya.

Dirjen Novie juga menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan pengawasan terhadap operator dan masyarakat calon penumpang transportasi udara.

Bagi maskapai yang akan melayani penumpang ke luar wilayah Indonesia, wajib memastikan penumpang yang diangkut memenuhi ketentuan yang disyaratkan oleh negara tujuan penerbangan.

"Penyelenggara Angkutan Udara wajib memberitahukan rencana kedatangan calon penumpang dan pesawat udara dan memberikan manifest kru serta kargo yang diangkut kepada Ketua Komite Fasilitasi Bandar Udara, Penyelenggara Bandar Udara, Satgas Bandar Udara, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini