Share

Jabodetabek hingga Bali PPKM Level 3, Pengusaha: Kami Pasrah

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 07 Februari 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 320 2543549 jabodetabek-hingga-bali-ppkm-level-3-pengusaha-kami-pasrah-Aq6pSyTlAU.jpg PPKM Level 3, Pengusaha Pasrah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah resmi memberlakukan daerah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan diberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada level 3. Selain Jabodetabek, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Bandung Raya juga akan diberlakukan PPKM level 3.

Terkait hal itu, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengungkapkan bahwa pihaknya pasrah dan siap menjalankan segala peraturan sebagaimana mestinya.

"Bagi pengusaha akan pasrah, tidak ada pilihan bahwa apapun yang menjadi keputusan pemerintah akan siap kami laksanakan," ujar Sarman saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (7/2/2022).

"Jika Pemerintah akhirnya akan menerapkan PPKM level 3 atau 4 atau darurat pelaku usaha akan siap melaksanakan," lanjutnya.

Sarman mengungkapkan, munculnya dan naiknya kembali kasus varian baru Omicron tentu sangat mengganggu psikologi pelaku usaha.

Dia bilang, rasa kawatir dan gelisah akan menghantui pelaku usaha, terlebih sektor-sektor tertentu yang baru merasakan gairah ekonomi pada 3-4 bulan terakhir. Padahal para pengusaha pribumi berharap, kondisii seperti itu bisa tetap berlangsung.

"Kami berharap agar Pemerintah jika nantinya menerapkan pengetatan, agar tetap mempertimbangkan keberlangsungan dunia usaha. Apalagi varian Omicron ini tidak begitu berbahaya dibanding dengan varian delta," tukas Sarman.

Lanjut ia mengatakan, jika pemerintah nantinya kembali menarik rem dengan memberlakukan pengetatan, tentu akan menekan laju aktivitas ekonomi dan bisnis lagi. Karena hal itu akan menggiring aturan pembatasan pengunjung, jam operasional.

Selain itu, akan berimbas juga pada pekerja kantoran yang akan work from home (WFH). Di mana nantinya berekor pada sektor perdagangan, cafe, restoran, hotel, mall, transportasi, UMKM, hiburan, yang ikutan terdampak.

"Tentu akan sangat menekan pertumbuham ekonomi terutama kota-kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya," imbuh Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Jakarta itu.

"Kami berharap agar Pemerintah mempertimbangkan secara matang dalam menerapkan pembatasan yang lebih ketat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini