Share

Harga Minyak Anjlok 2% karena Pembicaraan Nuklir AS-Iran

Antara, Jurnalis · Rabu 09 Februari 2022 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 320 2544383 harga-minyak-anjlok-2-karena-pembicaraan-nuklir-as-iran-LzBPBH9OAp.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak turun lagi hingga 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak turun karena dimulainya pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat menghidupkan lagi perjanjian nuklir internasional dan memungkinkan lebih banyak ekspor minyak dari produsen OPEC tersebut.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April yang diperdagangkan di London, patokan global untuk minyak tergelincir USD1,91 atau 2,1% menjadi USD90,78 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis, Brent Dibanderol USD92,6/Barel

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret yang diperdagangkan di New York, jatuh USD1,96 atau 2,1% menjadi USD89,36 per barel.

Sebuah kesepakatan Amerika Serikat dan Iran dapat mengembalikan lebih dari satu juta barel per hari (bph) minyak Iran ke pasar, meningkatkan pasokan global sekitar satu persen. Pembicaraan nuklir dilanjutkan di Wina pada Selasa (8/2/2022).

Kedua harga acuan menghadapi kemunduran ekstrem dalam beberapa bulan mendatang. Kontrak berjangka untuk Brent dan WTI hingga Juli berada dalam apa yang disebut ​​sebagai super-backwardation dengan setiap bulan diperdagangkan setidaknya USD1 per barel di bawah bulan sebelumnya.

Baca Juga: Risiko Geopolitik Angkat Harga Minyak Lebih dari 2%

"Pemerintah AS sedang berusaha untuk menjinakkan harga minyak dengan segera merundingkan perjanjian nuklir baru dengan Iran," kata Analis Pasar Minyak Senior Rystad Energy,Louise Dickson, dikutip dari Antara, Rabu (9/2/2022).

Dickson mengatakan setiap kesepakatan Iran dapat melepaskan produksi minyak mentah dan kondensat ekstra dalam empat hingga enam bulan, atau bahkan lebih cepat karena Iran diperkirakan memiliki penyimpanan minyak di laut yang kuat.

Delapan putaran pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington sejak April belum menghasilkan kesepakatan tentang dimulainya kembali pakta nuklir 2015. Perbedaan tetap ada mengenai rincian pencabutan sanksi.

"Ekspor dapat dilanjutkan dengan cepat jika kesepakatan nuklir tercapai," kata Tamas Varga dari broker PVM.

"Tapi itu 'jika' besar. Munculnya kembali barel Iran hanya kemungkinan pada tahap ini," sambungnnya.

Harga minyak telah melonjak karena meningkatnya permintaan global, ketegangan Rusia-Ukraina, gangguan pasokan dari produsen seperti Libya dan pelonggaran lambat dari rekor pengurangan produksi 2020 oleh OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu seperti Rusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini