Share

Manfaatkan EBT, 20 Bandara AP II Pasang PLTS

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 320 2547010 manfaatkan-ebt-20-bandara-ap-ii-pasang-plts-JGenXpPHTn.jpg Bandara AP II gunakan EBT (Foto: Okezone)

JAKARTA - 20 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) akan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). AP II menargetkan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 26,34 MWp pada tahun 2025.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pemanfaatan EBT di lingkungan AP II sangat mendukung implementasi teknologi dalam mewujudkan "smart airport" sehingga meningkatkan daya saing (competitiveness) bandara-bandara AP II di era Industri 4.0.

"Pada 2025, ditargetkan seluruh 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp Pemanfaatan EBT di bandara di.lingkup AP II akan menggunakan teknologi baru yang bisa diintegrasikan dengan teknologi eksisting,” kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Senin (14/2/2022).

AP II telah memiliki masterplan pengembangan Eco Airport periode 2021-2030. Eco Airport ini mendukung visi perusahaan menjadi "Smart&Connected Airport”.

“Pada fase pertama, yakni 2021 telah diimplementasikan pemanfaatan PLTS yang dipasang di atap bangunan di sejumlah gedung di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kualanamu dan Bandara Banyuwangi dengan kapasitas 1,83 MWp,” paparnya.

Fase kedua, yakni tahun ini direncanakan penggunaan PLTS Atap mencapai EBT 3,78 MWp. Pada fase ketiga, yaitu 2023-2025 direncanakan pemanfaatan PLTS di atas tanah (ground mounted) berkapasitas 18,69 MWp dan PLTS terapung (floating) berkapasitas 1,8 MWp.

“Dengan begitu, penggunaan EBT di bandara sejalan dengan kesepakatan antara Airport Council International (ACI) dan seluruh operator bandara di dunia untuk mendukung program global Net Zero Carbon Emission 2050," kata dia.

Dengan demikian, pada 2025, 20 bandara AP II telah memiliki PLTS dengan kapasitas 26,34 MWp. Di dalam pemanfaatan EBT ini, AP II mempersiapkan 3 aspek penting, yakni SDM, proses dan teknologi.

“Bandara menyumbang sekitar 2 persen emisi karbon dari total pangsa global sehingga untuk mengurangi emisi karbon tersebut, operator bandara harus berkomitmen menggunakan energi baru terbarukan hampir di seluruh aspek operasional dan pelayanan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini