Share

Menaker Terima Buruh saat Demo Aturan Baru JHT, Hasilnya Direvisi Lagi?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 16 Februari 2022 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 320 2548174 menaker-terima-buruh-saat-demo-aturan-baru-jht-hasilnya-direvisi-lagi-vTWs4xc3XB.jpg Menaker ajak diskusi buruh yang demo. (Foto: Okezone/Iqbal Dwi Permana)

JAKARTA - Masa Aksi yang tergabung dari beberapa aliansi dan serikat pekerja yang melakukan demonstrasi penolakan terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 menerima audiensi dari pihak Kemnaker.

Pantauan MNC Portal pada pukul 13.00 WIB masa aksi mulai memasuki kantor Kemnaker.

Dari ratusan demonstran yang menggelar aksi pada hari ini, hanya 10 orang yang dapat masuk untuk melakukan audiensi bersama pihak Kemnaker di Ruang Rapat Menteri Ketenagakerjaan.

 BACA JUGA:Ada Demo Buruh, Arus Lalin di Jalan Gatot Subroto Ramai Lancar

Jumlah tersebut diambil dari para perwakilan aliansi buruh yang hari ini juga melakukan demonstrasi untuk menolak keberadaan Permenaker momor 2 tahun 2022.

Seperti Presiden Serikat Buruh Said Iqbal, Mirah Sumirat Presiden ASPEK (Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia) Indonesia, dan beberapa perwakilan dari aliansi buruh lainnya.

Seperti diketahui, aksi demonstrasi yang terjadi hari ini, Rabu (16/2/2022) kaum buruh meminta Kemnaker untuk mencabut Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang belum lama telah diundangkan.

Selain itu aksi yang dilakukan hari ini, kaum buruh juga meminta Menaker Ida Fauziah untuk turun dari jabatannya.

 BACA JUGA:Buruh Geruduk Kantor Menaker dan BPJS TK Tolak Aturan JHT, Awas Macet!

Said Iqbal mengatakan, peraturan tersebut merugikan kaum buruh jika untuk mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) baru bisa dicairkan ketika usia 56 Tahun.

"Pemerintah telah membolehkan jika dana Jaminan Hari Tua dicairkan ketika para buruh terkena PHK atau memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya," tegasnya.

"Peraturan Pemerintah (PP) jauh lebih tinggi dari dibandingkan Permenaker, dengan demikian telah melawan presiden," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini