Share

Komut Bantah Pergantian Dirut Citilink Tak Terkait Pemeriksaan di Kejagung

Antara, Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 19 320 2549709 komut-bantah-pergantian-dirut-citilink-tak-terkait-pemeriksaan-di-kejagung-Gg3meUzN8J.jpg Komut bantah pergantian dirut Citilink tak terkait pemeriksaan di kejagung. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisaris Utama Citilink Prasetio membantah kabar terkait pergantian Direktur Utama (Dirut) Citilink karena pemeriksaan di Kejaksaan Agung dalam kasus pengadaan pesawat ATR 72-600.

Dia menegaskan, kalau itu merupakan pergantian pengurus biasa yang terjadi di dalam BUMN.

"Pergantian jajaran komisaris dan direksi BUMN adalah hal biasa. Pergantian pengurus adalah hal yang lumrah, tour of duty biasa," ujar Prasetio dikutip dari Antara, Jakarta, Jumat (19/2/2022).

Sebelumnya, maskapai penerbangan Citilink melakukan perubahan susunan pengurus Perusahaan berdasarkan Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis (19/2/2022).

 BACA JUGA:Citilink Kembalikan Pesawat, Erick Thohir: Kalau Harganya Mahal Diambil Saja

Sosok Dewa Kadek Rai pun diangkat sebagai Direktur Utama Citilink yang sebelumnya dijabat Juliandra Nurtjahjo.

Dia mengatakan, adanya perubahan susunan pengurus perusahaan merupakan langkah strategis, khususnya dalam menjadikan Citilink sebagai maskapai yang lebih inovatif.

Dia berharap kalau Citilink bisa terus memberikan berbagai langkah yang lebih inovatif di tengah pandemi Covid-19.

"Jajaran direksi dan komisaris yang telah menyelesaikan masa tugasnya, telah memberikan kontribusi terbaik yang telah diberikan kepada perusahaan sehingga dapat terus tumbuh sebagai salah satu maskapai terkemuka di Indonesia bahkan di tengah tantangan pandemi yang berdampak luar biasa bagi industri penerbangan,” katanya.

 BACA JUGA:Duh! Pesawat Citilink hingga Batik Air Gagal Mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali

Sebagai informasi, sempat beredar kabar terkait pergantian Juliandra karena kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat ATR 72-600 di tahun 2013.

Namun, Juliandra sendiri pun baru menjabat sebagai orang nomor satu Citilink pada 2017.

Diketahui, pada 11 Januari 2022 lalu Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan adanya dugaan tindak korupsi di Garuda Indonesia.

Erick mengatakan, bukti audit investigasi yang diserahkan ke Kejaksaan Agung itu karena leasing ada indikasi korupsi dengan merk yang berbeda.

"Garuda ini sedang tahap daripada restrukturisasi tetapi yang kita sudah ketahui juga secara data-data valid memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya itu ada indikasi korupsi dengan merk yang berbeda-beda,” jelasnya.

Jaksa Agung menyebut ATR 72-600 dan pihaknya sudah menyerahkan bukti audit investigasi.

"Jadi bukan tuduhan karena kita sudah bukan eranya saling menuduh tetapi masih ada fakta yang diberikan,” tegasnya.

Erick Thohir juga mengungkapkan, kasus korupsi tersebut terjadi di bawah kepemimpinan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia berinisial ES, dari hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Untuk (pembelian) ATR 72-600 ini di tahun 2013. Jadi kalau yang ATR ini masih inisial ES dari hasil laporan audit investigasi," ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini