Share

Hari Terakhir Mogok Produksi, Perajin Tahu Tempe Harap Harga Kedelai Bisa Turun

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 23 Februari 2022 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 320 2551720 hari-terakhir-mogok-produksi-perajin-tahu-tempe-harap-harga-kedelai-bisa-turun-Lo7e0Q52mm.jpg Hari terakhir mogok produksi, perajin tempe tahu harap harga kedelai bisa turun. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Aksi mogok produksi perajin tahu tempe berakhir hari ini, Rabu (23/2/2022).

Selama tak berjualan, perajin di Kampung Rawa Selatan mengaku hanya melakukan kegiatan harian di rumah serta bersih-bersih pabrik sambil menunggu harga kedelai turun.

"Diam di rumah aja nggak kemana-mana, lakuin keseharian aja. Sambil nunggu kabar mudah-mudahan dari mogok kami tiga hari harga kedelai bisa turun," ungkap perajin tempe Siti Khodijah, Rabu (23/2/2022).

 BACA JUGA:Kedelai Mahal, Mendag Bakal Atur Harga Acuan Tahu Tempe

Siti mengatakan, selama harga kedelai di pasaran naik, dia kesusahan dalam menjualkan ke pedagang di pasar maupun ke penjual sayur keliling.

Di mana para pedagang menginginkan harga murah, tapi biaya produksinya mahal.

"Soalnya susah juga saya kasih harga ke pedagang. Nggak semua pedagang tahu kondisi kita sekarang. Kalau yang ngerti mah mereka mau-mau aja beli. Tapi yang nggak ngerti, mereka nggak beli karena kan mereka harus jual lagi," tuturnya.

"Susah cari untungnya. Sampai saya perkecil ukuran tempenya. Saya naikin juga nggak seberapa. Yang penting bisa buat makan," tambahnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Tidak beda dengan Cahyono selaku perajin tempe di Kampung Rawa Selatan, dia mengaku, selama tiga hari tak produksi tempe hanya bersih-bersih pabrik sembari menunggu kabar dari komunitas terkait harga kedelai.

"Tiga hari ini saya cuma bersih-bersih sambil nungguin kabar dari komunitas harga kedelai stabil lagi di pasaran biar enak juga jualnya," ucapnya.

 BACA JUGA:Indonesia Butuh Lahan 1 Juta Hektare agar Tak Ketergantungan Kedelai Impor

Dia menuturkan, dari aksi mogoknya selama tiga hari, berharap ada respons pemerintah agar bisa menurunkan harga kedelai di pasaran.

Menurutnya, aksi mogok ini juga untuk kepentingan pembeli supaya bisa mendapatkan harga tahu tempe murah di pasar.

"Moga-moga ada respon dari aksi mogok ini. Karena ini bukan untuk kepentingan perajin aja, tapi juga pedagang dan pembeli. Biar mereka belinya nggak mahal," harapnya.

Cahyono menambahkan, jika harga kedelai masih mahal, perajin susah memberikan harga ke pedagang.

Karena, para pembeli yang datang ke pabriknya rata-rata bukan untuk dikonsumsi pribadi melainkan untuk dijual kembali.

"Mau pakai opsi naikin harga, itu juga susah. Karena pembeli yang datang, tempenya mau dijual lagi. Kalau kecilin ukuran, mereka lari ke perajin lain. Dibanding-bandingin. Susahnya di situ," keluhnya.

Sebagai informasi, hari ini adalah hari terakhir aksi mogok para perajin tahu tempe yang sudah dimulai sejak Senin (21/2/2022).

Aksi mogok ini dilakukan oleh seluruh perajin yang ada di pulau Jawa.

Adapun tuntutan mereka, berharap harga kedelai di pasaran bisa turun.

Pasalnya, pera perajin saat ini membeli kedelai di pasaran sudah tembus Rp 11.500 per kilogram. Padahal sebelumnya mereka beli di harga Rp 9.000 per kilogram.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini