Share

Dear Investor! Saham MNC Kapital Indonesia (BCAP) Kembali Diperdagangkan

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 24 Februari 2022 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 278 2552209 dear-investor-saham-mnc-kapital-indonesia-bcap-kembali-diperdagangkan-YtYOMwfQf6.jpeg Suspensi Saham BCAP dicabut (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). Saham BCAP sempat dihentikan sementara dalam rangka cooling down sejak 17 Februari 2022.

Pembukaan kembali suspensi saham BCAP secara efektif berlaku mulai pada perdagangan sesi I pada Kamis, 24 Februari 2022.

"Diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 24 Februari 2022," demikian tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, Rabu (23/2/2022).

Berdasarkan data BEI, harga saham BCAP telah melonjak dari level akhir tahun lalu Rp 62 menjadi Rp 306 per saham pada penutupan perdagangan saham 17 Februari 2022. Dengan demikian harga saham BCAP telah melonjak 393% terhitung sejak awal tahun hingga kemarin.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp13,04 triliun dan valuasi PER 420,65 kali. Sebulan terakhir saham BCAP melesat 500%, dan sepekan naik 42,99%.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan mengintegrasikan produk-produk digitalnya menjadi satu kesatuan ke dalam entitas PT Motion Digital Technology (MDT), dengan brand Motion Digital.

"Kami merencanakan menyatukan produk-produk digital kami, mulai dari MotionBanking , MotionPay, Motion Trade, dan Flash Mobile, menjadi satu kesatuan PT Motion Digital Technology. Integrasi dan sinergi ini akan lebih fokus pada aplikasi berbasis transaksi," ujar Presiden Direktur MNC Kapital Indonesia Wito Mailoa dalam paparan publik insidental, Selasa (15/2/2022).

Wito mengatakan, minat investor untuk berinvestasi di unlisted perusahaan fintech sangat tinggi dan mayoritas investor memiliki exit plan melalui initial public offering (IPO). Investor-investor baru ini mempunyai dana segar untuk menambah modal dalam mendukung perkembangan digital yang sangat cepat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini