Share

Saham 4 BUMN Pertahanan Dialihkan ke Len Industri

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 02 Maret 2022 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 320 2555497 saham-4-bumn-pertahanan-dialihkan-ke-len-industri-LtWRgNn7ni.jpeg 4 saham BUMN dialihkan ke Len Industri (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - 4 BUMN sektor pertahanan dialihkan ke PT Len Industri (Persero). Pengalihan tersebut usai Kementerian BUMN menetapkan Len Industri sebagai induk Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID.

Adapun 4 BUMN yang dimaksud diantaranya, PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dahana (Persero). Pengalihan itu ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng, Rabu (2/3/2022).

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mencatat dengan inbreng tersebut, maka Len sebagai induk holding Defend ID memiliki seluruh saham Seri B dari keempat anggota Defend ID. Sementara itu, pemerintah memiliki 1 lembar saham seri A Dwiwarna keempat perusahaan tersebut serta 100 persen saham Len.

Pahala memastikan proses Holding Industri Pertahanan tidak menyebabkan perubahan pengendalian negara terhadap anggota Holding.

"Negara tetap memegang kontrol baik secara langsung melalui kepemilikan saham seri A Dwiwarna maupun secara tidak langsung melalui Len," ujar Pahala, Rabu (2/3/2022).

Sementara itu, Direktur Utama Len Industri Bobby Rasyidin memastikan Holding BUMN Industri Pertahanan akan membawa manfaat bagi seluruh anggota holding, terutama peningkatan kemampuan anggota holding dalam hal finansial, serta akses terhadap pendanaan.

Holding juga dipercaya dapat memperluas pasar industri pertahanan ke skala regional dan internasional, termasuk meningkatkan bargaining power dalam kerjasama alih teknologi dengan mitra asing.

Adapun anggota holding berkomitmen melaksanakan upaya terbaik dalam melaksanakan program strategis klaster industri pertahanan dan membentuk empat tim task force guna mendukung pelaksanaannya.

CEO PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod mengharapkan holding ini dapat menemukan strong pointnya untuk memperkuat industri pertahanan baik dari segi procurement, marketing dan pengembangan teknologi pertahanan yang baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini