Share

Punya Banyak 'Harta Karun' Energi, Luhut: RI Siapkan Kawasan Industri Hijau

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 320 2559732 punya-banyak-harta-karun-energi-luhut-ri-siapkan-kawasan-industri-hijau-gGbspMGdol.jpg Menko Luhut Soal Kawasan Industri Hijau. (Foto: Okezone.com/Marves)

JAKARTA - Indonesia sedang mempersiapkan kawasan industri hijau seperti di Kalimantan Utara. Kawasan ini pun memiliki potensi besar untuk pembangkit listrik tenaga air, dan sumber daya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, ada beberapa langkah yang disiapkan pemerintah untuk mendorong partisipasi dana non-publik, misalnya Green Sukuk yang pertama kali diterbitkan pada 2018.

Baca Juga: Kembangkan EBT, Menteri ESDM Minta Pemda Dukung Pengembangan Energi Bersih

“Indonesia sedang mempersiapkan kawasan industri hijau seperti Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar untuk pembangkit listrik tenaga air, dan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang bernilai tambah tinggi seperti aluminium, petrokimia, dan polisilikon,”kata Luhut dalam Webinar OJK, Kamis (10/3/2022).

Luhut mengatakan, Indonesia memasukkan pajak karbon dalam Undang-Undang Perpajakan Nomor 7 Tahun 2021 yang baru.

Baca Juga: Arifin Panigoro soal Energi Baru Terbarukan: Kita Harus Mencobanya, Kalau Tidak Kita Akan Sulit Bertahan

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami juga akan mengembangkan tata niaga karbon, sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomis Karbon yang akan memajukan komitmen kami dalam mengurangi emisi,” ujarnya.

Menurut luhut, sejumlah investor juga tertarik untuk mendanai rencana ekosistem EV Indonesia, karena Indonesia memiliki komoditas utama untuk membuat baterai dan komponen kendaraan seperti nikel, kobalt, dan tembaga.

“Kami juga menyiapkan pendekatan keuangan campuran, misalnya Mekanisme Transisi Emisi (ETM) dengan bantuan dari ADB, yang akan mengumpulkan dana investor dan donor untuk membiayai pensiun dini pembangkit listrik tenaga batubara,” urainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini