Share

3 Indeks Utama Wall Street Melesat, Investor Harap The Fed Naikkan Suku Bunga

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 278 2562318 3-indeks-utama-wall-street-melesat-investor-harap-the-fed-naikkan-suku-bunga-09itLuDtZK.jpg Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street berakhir menguat dengan tiga indeks saham utama naik pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor pun berharap Federal Reserve AS menaikan suku bunga acuannya hari ini.

Dow Jones Industrial Average naik 1,82% menjadi 33.544,34, S&P 500 naik 2,14% menjadi 4.262,45. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 2,92% menjadi 12.948,62.

Investor mengharapkan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setidaknya 25 basis poin di tengah lonjakan harga. Pedagang juga mengawasi Fed untuk rincian tentang bagaimana rencananya untuk mengakhiri program pembelian obligasi.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Investor Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed

Menjelang pertemuan Fed pada hari ini, imbal hasil obligasi 10-tahun turun dari tertinggi lebih dari dua tahun dan terakhir di 2,1544%, setelah sebelumnya naik menjadi 2,169%, tertinggi sejak Juni 2019.

"Saya pikir acara besar minggu ini adalah Fed membahas apa yang akan mereka lakukan dengan portofolio dan seberapa cepat mereka akan bergerak. Harapan dalam jangka pendek tentu saja adalah kenaikan harga saham. suku bunga seperempat persen," kata Manajer Portofolio Plumb Balanced Fund, Tom Plumb, dilansir dari Reuters, Rabu (16/3/2022).

Baca Juga: Wall Street Anjlok Usai Saham Apple dan Tesla Terjun Bebas

Di Wall Street, patokan S&P 500, yang telah merosot sekitar 2,4% dalam tiga sesi sebelumnya. Kemudian menguat kembali didorong sektor teknologi, konsumen dan sektor kesehatan.

Sedangkan saham Eropa, yang telah rebound dalam beberapa sesi terakhir, turun setelah China melaporkan lonjakan kasus virus corona dan pembatasan baru. Perang yang sedang berlangsung di Ukraina juga membebani saham Eropa meskipun pembicaraan gencatan senjata terus berlanjut dan beberapa tanda positif dari sebuah terobosan.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,28% dan indeks saham MSCI di seluruh dunia naik 0,94%. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang ditutup 2,73% lebih rendah semalam.

Sementara itu, harga minyak anjlok lebih dari 6% ke level terendah dalam hampir tiga minggu pada hari Selasa karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda di tengah harapan perdamaian Ukraina dan melonjaknya kasus COVID-19 di China memicu kekhawatiran permintaan.

Brent berjangka anjlok 6,5% menjadi menetap di $99,91 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 6,4% menjadi menetap di USD96,44 per barel. Kedua kontrak menetap di bawah USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Februari.

Dolar AS kehilangan nilai terhadap euro dan mata uang utama lainnya setelah harga minyak turun dan menjelang kenaikan suku bunga yang diharapkan Fed. Indeks dolar turun 0,043%, dengan euro naik 0,04% menjadi USD1,0943.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini