Share

Sritex (SRIL), Emiten Orang Terkaya Solo Iwan Lukminto Rugi Rp12,6 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 278 2562514 sritex-sril-emiten-orang-terkaya-solo-iwan-lukminto-rugi-rp12-6-triliun-4zKkIxA3ca.jpeg Emiten Sritex Rugi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex membukukan rugi tahun berjalan senilai USD886,12 juta atau memburuk dibandingkan periode sama tahun 2020 yang membukukan laba tahun berjalan senilai USD 49,839 juta.

Akibatnya emiten orang terkaya Solo Iwan Lukminto ini harus mencatatakan rugi per saham senilai USD0,0433, berbanding terbalik dengan akhir Juni 2020 yang membukukan laba per saham senilai USD0,0024.

Selain itu, penjualan bersih perseroan turun 13,4% menjadi USD526,21 juta. Rincinya, penjualan ke luar negeri tumbuh 0,8% menjadi USD 335,32 juta. Tapi penjualan ke dalam negeri anjlok 30,9% dan tersisa USD 190,88 juta. Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 45,67% menjadi USD 724,32 juta. Hal itu dipicu bahan baku yang digunakan membengkak 123% menjadi USD887, 9 juta.

Akibatnya, perseroan harus mencatatkan rugi kotor senilai USD198,1 juta, atau memburuk dibandingkan akhir Juni 2021 yang membukukan laba kotor senilai USD 110, 74 juta. Kian terpuruk lagi, perseroan mencatatkan kerugian penurunan nilai piutang senilai USD153,49 juta, pos ini nihil pada semester pertama 2020.

Ditambah cadangan kerugian penurunan nilai persediaan tercatat senilai US$ 459,5 juta, pos ini juga tercatat nihil pada semester I 2020. Sebelumnya, perseroan mendapatkan apresiasi dari pemerintah usai sukses merampungkan restrukturisasi dengan kreditur hingga homologasi.

Kementerian Perindustrian menilai Sritex membangkitkan optimisme industri tekstil, terutama di tengah pandemi yang memiliki dampak besar terhadap dunia usaha.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita pernah mengatakan bahwa keberhasilan restrukturisasi hingga homologasi Sritex menjadi angin segar bagi industri tekstil dalam negeri. "Kami mengapresiasi Sritex atas keberhasilannya dalam restrukturisasi. Ini menjadi angin segar bagi industri tekstil di tanah air," ujarnya.

Terlebih lagi Sritex merupakan salah satu industri tekstil terbesar yang integrated dari hulu ke hilir.

"Dengan produk tekstil terintegrasi dan terbesar di Indonesia, maka keberhasilan PT Sritex dalam menghadapi tantangan restrukturisasi ini juga mengindikasikan kepercayaan para pemangku kepentingan global atas kemampuan industri TPT Indonesia," kata Agus.

Menurut Menteri Agus, efek dari keberhasilan Sritex berdamai dengan kreditur berdampak positif lebih luas. Dengan selesainya proses restrukturisasi, menurutnya, industri TPT pantas disebut sebagai sunrise industry dan bukan sunset. Di sisi lain, dari keberhasilan Sritex ini juga optimisme terhadap sektor padat karya semakin bertumbuh.

"Sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor, kami optimis industri TPT nasional semakin tumbuh," kata Agus.

Agus Gumiwang menambahkan, pemerintah pun selama ini melakukan berbagai langkah agar dunia industri dapat bertahan dikala pandemi. "Pemerintah terus menjaga iklim investasi dan usaha industri TPT melalui kebijakan strategis. Baik berupa insentif fiskal maupun non-fiskal, untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini