Share

IHSG Tembus 7.000, Dirut BEI: Cerminan Keyakinan Pelaku Pasar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 278 2563430 ihsg-tembus-7-000-dirut-bei-cerminan-keyakinan-pelaku-pasar-NqisEKpruj.jpg Indeks Harga Saham Gabungan tembus level 7.000 (Foto: Shutterstock)

 JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus 7.000 mencerminkan keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi dalam MNC Group Investor Forum 2022 - Macro Day "Strengthening Indonesia's Resiliency and Transformation".

"Tentunya ini menjadi catatan kita ya cerminan bahwasanya keyakinan investasi dari pelaku pasar dan kami di Bursa Efek Indonesia meyakini bahwasanya ini adalah pencapaian hasil kerjasama dari seluruh stakeholder dalam membangun pasar modal yang kita banggakan," ujar Inarno dalam MNC Group Investor Forum 2022, Kamis (17/3/2022).

Namun, IHSG berada di zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini setelah menyentuh rekor tertingginya di 7.000. IHSG ditutup turun 28,01 poin atau 0,40% ke 6.964,38.

"Tadi pagi indeks kita telah mencapai atau menembus level psikologis itu7.000 dan diharapkan nanti sampai akhir tahun kita akan di atas 7.000," katanya.

Perlu diketahui, per 11 Maret 2022, pertumbuhan pasar modal mencapai 5,18% secara year to date. Apalagi, dalam beberapa waktu ini invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan IHSG koreksi, namun pertumbuhan menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Inarno meyakini bahwa pertumbuhan indeks sampai 23 Februari 2022 pada saat invasi Rusia ke Ukraina menunjukkan yang negatif yaitu -1,48% tentunya yang paling besar terkoreksi adalah Rusia itu sebesar 33,28%.

"Bagaimana setelah post invasi, setelah invasi ya kita lihat Alhamdulillah ya dari 25 Februari sampai catatan saya sampai 11 Maret itu justru growth kita itu cukup bagus burung kita cukup bagus ya kita lihat bahwasanya kita bertumbuh 1,54%," jelasnya.

"Ini merupakan suatu yang pencapaian yang luar biasa ya, mungkin kita boleh dibilang mendapatkan windfall gain dari serangan Rusia ke Ukraina," imbuh Inarno.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini