Share

Heboh Youtuber Ngumpet di Kolong Rel, KAI: Jalur Kereta Bukan Area Bermain dan Aktivitas

Ricky Susan, Koran SI · Selasa 22 Maret 2022 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 320 2566108 heboh-youtuber-ngumpet-di-kolong-rel-kai-jalur-kereta-bukan-area-bermain-dan-aktivitas-ssex12tLza.jpg Aksi YouTuber Dede Inoen di Kolong Rel Kereta Tidak Patut Ditiru. (Foto: Okezone.com/Youtuber)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyayangkan konten YouTuber asal Cianjur di kolong perlintasan kereta. KAI menegaskan bahwa apa yang dilaukan YouTuber Dede Inoen, sangat tidak pantas untuk dicontoh.

"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut, apa yang dilakukan Dede inoen adalah perbuatan yang tidak patut untuk dicontoh, karena tindakannya tersebut sangat membahayakan," kata Kuswardoyo Manager Humas Daop 2 Bandung, saat dihubungi Media Portal Indonesia, Selasa (23/3/2022).

Baca Juga: Bebas Antigen-PCR, Penumpang KA Jarak Jauh Naik 23%

Menurutnya, apa yang dilakukan Dede Inoen membahayakan diri sendiri dan penumpang kereta lainnya. Pasalnya, jalur kereta bukan tempat beraktivitas.

"Kita tahu bahwa jalur KA bukan merupakan area untuk bermain dan beraktivitas sehari hari, yang boleh ada di lokasi tersebut hanyalah mereka yang berkaitan dengan operasional KA," ucapnya.

Baca Juga: KAI Ingatkan Masyarakat Tidak Buang Sampah ke Jalur Kereta

KAI menegaskan bahwa Dede Inoen bisa diketakan sanksi. Sebab berdasarkan Undang-undang Nomor 23 tahun 2007 telah jelas disebutkan, barang siapa yang berada dan beraktivitas di jalur KA bukan atas kepentingan operasional KA.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Dede Inoen dapat dikenakan saksi penjara selama tiga bulan atau denda Rp15 juta," katanya.

Pihaknya mengatakan, saat ini video viral tersebut sudah ditangani tim kantor pusat, karena terkait media sosial dan Channel digital di PT KAI ditangani tim dari kantor pusat.

"Iya, semuanya saat ini ditangani kantor pusat. Jadi pelaporan dan lain-lain sampai saat ini semuanya masih ditangani tim pusat, kita tunggu informasi lebih lanjut dari temen temen di kantor pusat," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini