Share

Garuda Harus Bayar Denda Rp1 Miliar Usai Kasasi Ditolak MA, Begini Kata Dirut

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 320 2566422 garuda-harus-bayar-denda-rp1-miliar-usai-kasasi-ditolak-ma-begini-kata-dirut-WmtmS45M3h.png Dirut Garuda soal Kasasi Ditolak MA (Foto: Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) angkat bicara soal putusan Mahkamah Agung (MA) perihal pelanggaran Undang-undang Persaingan Usaha Nomor 5 Tahun 1999.

Putusan MA memperkuat keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya mengenai penjualan tiket umrah pada 2019.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menghormati ketetapan hukum atas putusan KPPU dimaksud. Menurutnya, saat ini emiten dengan kode saham GIAA itu masih menunggu pemberitahuan resmi dari MA untuk kemudian dipelajari lebih lanjut.

"Hal itu sekaligus memastikan tindak lanjut atas upaya kepatuhan terhadap aspek legalitas yang berlaku, berjalan dengan optimal termasuk pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap putusan KPPU tersebut," ungkap Irfan, Jakarta, Rabu (23/3/2022).

Baca Juga: Kasasi Ditolak, Garuda Indonesia (GIAA) Wajib Bayar Denda Rp1 Miliar soal Tiket Umrah

Irfan memastikan komitmen maskapai penerbangan pelat merah ini tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, dengan memastikan kegiatan bisnis yang dijalankan perusahaan selaras dengan iklim persaingan usaha yang sehat.

Selaras dengan misi tersebut, kata dia, Garuda Indonesia secara berkesinambungan telah melakukan penyesuaian skema bisnis penjualan tiket umrah sejak akhir 2019 lalu, dimana seluruh penyedia jasa perjalanan umrah yang telah memiliki izin resmi dari otoritas terkait dapat menjadi mitra usaha penjualan tiket penerbangan.

"Kami meyakini bahwa iklim usaha yang sehat merupakan pondasi penting dalam upaya peningkatan daya saing industri penerbangan pada umumnya, termasuk kami sebagai pelaku industri penerbangan nasional," kata Irfan.

Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Irfan juga memastikan pihaknya berkomitmen untuk menjunjung tinggi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam praktik tata kelola Perusahaan, khususnya di tengah tantangan industri penerbangan pada situasi pandemi saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini