Share

RI Dibanjiri Barang Impor, Menkop Teten: Kita Ganti dengan UMKM

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 24 Maret 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 320 2567051 ri-dibanjiri-barang-impor-menkop-teten-kita-ganti-dengan-umkm-uRwjF28b3J.jpg Menkop Teten Yakin Produk Lokal Bisa Gantikan Produk Impor. (Foto: Okezone.com/Taufik)

BALI - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong produsen dalam negeri untuk memenuhi produk yang selama ini diimpor. Adapun produk-produk dalam negeri yang banyak diimpor seperti alat-alat kesehatan, alat pertanian dan teknologi pengolaaan makanan.

Menurut Teten, produk-produk tersebut sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

"Nah ini kita dari sisi suplainya akan beresin ekosistemnya. Sehingga kita berani untuk tidak lagi impor. Dan kita bisa memproduksi kebutuhan dalam negeri dari produk umkm," ujarnya, dalam kunjungan ke Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM 2022 di Nusa Dua, Bali.Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Menko Luhut Ajak Masyarakat Bantu Ekonomi RI dengan Beli Produk Lokal

"Di mana untuk kuantitas dan kualitas produk dalam negeri kita sudah siap. Bahkan tidak kalah dengan produk luar negeri," tambahnya.

Teten menjelaskan bahwa produk dalam negeri ini memang membutuhkan kebijakan pemerintah. Kemudian, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menyampaikan bahwa belanja Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan BUMN harus menyerap produk UMKM.

Baca Juga: Beli Produk Lokal Rp400 Triliun, Luhut Giring Produsen Asing Investasi di RI

"Jadi di Undang-Undang (UU) Cipta Kerja 40% belanja negera harus membeli produk UMKM dan sekitar Rp400 triliun. Coba kalau APBN sudah Rp5.000 trilun hitung berapa valeunya? Ini besar sekali," ungkapnya.

Dia juga mencontohkan produk dalam negeri seperti bambu Indonesia sangat kaya dan produktif dari China dan Negera luar negeri yang memiliki empat musim. 

"Kita juga punya tradisi bambu dan bisa mengganti kayu. Dari segi ekonomi juga ini bisa menjawab masalah lingkungan karena bambu bisa di produksi dengan cepat dan punya nilai ekonomi yang sangat besar," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini