Share

Serba Sulit! Minyak Goreng Curah Rp14.000 Langka, Harga Kemasan Mahal

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 320 2569518 serba-sulit-minyak-goreng-curah-rp14-000-langka-harga-kemasan-mahal-NyTfkJEK73.jpg Minyak Goreng Curah Subsidi Sulit Didapat. (Foto: okezone.com/MPI)

KOTA MALANG - Minyak goreng curah bersubsidi sulit didapat ketika harga minyak goreng kemasan dijual sangat mahal. Mmasyarakat di Kota Malang banyak yang beralih menggunakan minyak goreng curah bersubsidi, pasca pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) M Sailendra menuturkan, sebelum ada kenaikan

Baca Juga: Bunda Jangan Marah Ya! Harga Pangan Ini Bakal Naik Jelang Bulan Puasa

harga minyak goreng kemasan konsumsi dan kebutuhan minyak goreng curah di Kota Malang diakui sedikit. Namun hal ini berbanding terbalik dan meningkat drastis pasca HET minyak goreng kemasan.

"Sebelum kelangkaan (minyak goreng curah) ini juga sedikit yang menjual, atau stoknya sedikit sekali. Karena harga minyak goreng kemasan kemarin-kemarin masih bisa ditolerir. Tapi pada saat kondisi sekarang, pada saat harga minyak goreng kemasan tinggi sekali, sedangkan minyak goreng curah Rp14.000, pasti, produsen UKM dan IKM butuh minyak goreng curah untuk menekan biaya," ungkap M. Sailendra, pada Selasa pagi (29/3/2022) kepada MNC Portal.

Baca Juga: Kesal Minyak Goreng Langka! Pedagang Pecel Lele Gugat ke MK

Alhasil saat ini dikatakan Sailendra, konsumsi minyak goreng curah rata-rata 8.000 liter per minggunya dirasa masih kurang. Kebutuhan konsumsi tersebut diprediksi bakal terus bertambah seiring masuknya ke bulan Ramadan 2022, yang nantinya bakal dikomunikasikan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengenai kebutuhan minyak goreng curah.

"Kalau stok minyak goreng curah belum mencukupi. Untuk 8.000 liter per minggu itu kurang, minimal 30 ribu liter per minggu. 30 ribu itu, kalau kebutuhan Kota Malang sekitar 250 ribu liter, itu kan sudah membantu," ucapnya.

Menurutnya, pelaku usaha kecil menengah (UKM) pembuatan kerupuk dan keripik, yang membutuhkan minyak goreng curah bersubsidi. "Itu yang akan kita dorong dan prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pengrajin keripik tempe, kerupuk, itu yang akan kita fasilitasi. Kalau bisa, 30 ribu liter per minggu," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengaku akan melakukan operasi pasar terkait minyak goreng bersubsidi guna membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha kecil, yang membutuhkan. Namun pihaknya berupaya menggandeng pemerintah pusat dan beberapa perusahaan produsen minyak goreng.

"Tetap kita kuatkan, operasi pasar terus menerus akan kita lakukan. Cuma di sini tidak ada pendanaan terkait itu. Jadi ini yang harus diperhatikan," kata Sutiaji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini