Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3% menjadi Rp6,39 triliun dari Rp6,59 triliun di tahun sebelumnya karena rugi selisih kurs dari kegiatan pembiayaan yang belum terealisasi (dibandingkan dengan laba selisih kurs dari kegiatan pembiayaan yang belum terealisasi di tahun 2020); marjin laba bersih mencapai 11,2% dibandingkan 14,1% di tahun 2020.
Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit meningkat 18% menjadi Rp6,85 triliun dari Rp5,82 triliun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.