Share

Proyek SPAM Jatiluhur Dimulai, Menteri PUPR: Kurangi Penggunaan Air Tanah Jakarta

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 02 470 2572085 proyek-spam-jatiluhur-dimulai-menteri-pupr-kurangi-penggunaan-air-tanah-jakarta-i5fxLG6kF3.jpg Pembangunan SPAM Jatiluhut dimulai (Foto: Antara)

JAKARTA - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I dimulai. SPAM ini memanfaatkan air baku dari Bendungan Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat yang disalurkan melalui Saluran Tarum Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan, pembangunan SPAM Regional Jatiluhur I merupakan upaya Pemerintah untuk memperbaiki kondisi lingkungan (environmental improvement) Jakarta dengan cara mengurangi penggunaan air tanah untuk mengatasi penurunan permukaan tanah di Ibu Kota Jakarta.

Sebab penggunaan air tanah di Jakarta jika tidak dihentikan akan membuat permukaan tanah di Jakarta terus menurun. Bahkan di prediksikan jika sejak 2021 penggunaan air tanah di Jakarta tidak dihentikan, maka diprediksi sungai yang melewati Jakarta sudah tidak bisa mengalir secara gravitasi.

Pada proses pembangunannya Menteri Basuki juga menyinggung proyek yang dilaksanakan dapat selesai tepat waktu. Sebab pemerintah menargetkan seluruh pembangunan infrastruktur dapat rampung pada tahun 2024.

"Saya mohon agar proyek ini dapat dikerjakan tepat waktu sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air minumnya sehingga dapat mengurangi penurunan air tanah di Jakartaโ€ kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Jumat (2/4/2022).

Proyek SPAM Regional Jatiluhur I diprakarsai oleh Konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk โ€“ PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. โ€“ PT Tirta Gemah Ripah dengan masa kerjasama 30 tahun. Konstruksinya telah dimulai bertahap sejak Januari 2022 dan ditargetkan rampung Juni 2024.

Dimulainya pembangunan SPAM tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian kredit antara PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur dengan Bank Mandiri senilai Rp1,17 triliun.

Penandatanganan perjanjian kredit ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang telah dilaksanakan pada awal tahun 2021 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini