Menurut Chatib, orang yang rela antre sekitar 5-6 jam hanya demi uang Rp150 ribu dari pemerintah adalah masyarakat yang benar-benar rentan sehingga sangat membutuhkan bantuan.
“Jadi mereka yang beneran miskin akan ngantre, dari situ akan didapatkan by name by address. Saya yakin orang punya enggak akan mau ngantri 5-6 jam,” katanya.
Pelajaran serupa juga bisa diambil dari penerapan Kartu Prakerja yaitu orang yang tetap mengikuti program ini meski mengetahui ilmu yang didapat sama dengan menonton di YouTube menandakan masyarakat tersebut memang rentan.
“Kalau katakan lah programnya sama di YouTube tapi dia tetap ikut, berarti dia butuh uangnya,” kata Chatib.
Chatib menyatakan Program Kartu Prakerja dan BLT akan membantu menentukan kelompok menengah yang benar-benar rentan sehingga pemerintah bisa mengetahui nama dan alamat dari program ini.
“Di situ kita bisa tau siapa yang butuh atau enggak, itu bisa diidentifikasi nanti by name by address. Ini bisa membantu pertanyaan kelompok kelas menengah mana yang desprate yang enggak sekadar ikut-ikutan,” jelas Chatib.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.