Share

Jadi Pionir GOTO, Menko Airlangga Singgung Nadiem Makarim Harus Lapor Peningkatan Aset

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 11 April 2022 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 278 2576753 jadi-pionir-goto-menko-airlangga-singgung-nadiem-makarim-harus-lapor-peningkatan-aset-tYlB9QHGYl.jpg IPO GoTo (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/4/2022).

Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyapa Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sekaligus pionir GOTO. Para hadirin pun memberikan tepuk tangan mengapresiasi Nadiem dan Airlangga mengungkapkan sedikit candaannya.

“Ini menteri yang laporannya harus lapor lagi karena ada peningkatan aset hari ini,” ujar Airlangga sambil tersenyum dalam dalam Opening Perdagangan Saham GOTO di BEI.

Seperti diketahui, Nadiem adalah salah satu pendiri Gojek yang sekarang sudah bersatu dengan Tokopedia menjadi GoTo.

Airlangga melanjutkan, hari ini menjadi hari yang bersejarah seiring dengan pencatatan saham perdana GoTo di mana saat initial public offering (IPO) permintaan atas saham GoTo mengalami oversubscribed.

“GoTo go public dengan market cap Rp 400 triliun. GoTo melantai di Bursa dengan kapitalisasi pasar nomor 4 se-Indonesia,” ungkap Airlangga.

Menurut Menko, yang menarik juga dalam IPO GoTo adalah adanya penawaran saham gotong-royong sebanyak 310 miliar bagi para mitra GoTo.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Ini salah satu yang pertama yang dilakukan di Indonesia. Kita selain GoTo, kita juga mengapresiasi kepada UMKM. Karena ini adalah pertemuan superaplikasi dengan marketplace,” tegas Airlangga.

Dalam seremoni tersebut, selain dihadiri jajaran komisaris dan direksi GoTo, juga dihadiri oleh sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini