Share

Bursa Mulai Kedatangan Perusahaan-Perusahaan Raksasa

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 278 2577373 bursa-mulai-kedatangan-perusahaan-perusahaan-raksasa-ysUVS8lgM4.jpg BEI Kedatangan Perusahaan Raksasa yang Memutuskan IPO. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan klasifikasi Saham Dengan Hak Suara Multipel (SHSM) bagi calon emiten menjadi salah satu penyelamat pasar modal domestik dari sulitnya mendatangkan perusahaan berkapitalisasi besar dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan SHSM diatur dalam Peraturan OJK Nomor 22/2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham Dengan Hak Suara Multipel (SHSM) oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham.

Baca Juga: Berani IPO di Tengah Ketidakpastian Pasar, Bos GOTO: Tak Ada Perfect Timing

Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai, kebijakan ini menjadi langkah positif OJK dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan di bursa global. Suria merasa OJK jeli melihat kebutuhan perusahaan dan pasar saham di dalam negeri.

"Susah mencari perusahaan besar, jadi yang dibidik memang perusahaan teknologi, seperti Traveloka, Blibili dan GoTo ini. Dengan adanya SHSM sangat menarik bagi mereka, karena creator itu yang menjadi asset bagi mereka, produknya itu di otak pendirinya,” katanya, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Saham Meroket di BEI, CEO GoTo: Ini Baru Permulaan

Suria mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, termasuk selama pandemi Covid-19, jumlah emiten pendatang baru di bursa efek Indonesia relatif stabil di atas 50 perusahaan. Meskipun jumlahnya meningkat, ukuran nilai kapitalisasi pasarnya dinilai masih kecil.

Penerapan kebijakan SHSM, terang Suria, berhasil mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya sektor pasar modal, dengan cara mengakomodasi perusahaan yang menciptakan inovasi baru.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mencermati kebijakan ini akan mendorong semua perusahaan inovasi baru dengan tingkat produktivitas dan pertumbuhan yang tinggi atau new economy untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

"Sehingga signifikan meningkatkan nilai kapitalisasi pasar bursa domestik," terangnya.

Sebagai catatan, POJK ini mengatur satu saham memberikan lebih dari satu hak suara kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan tertentu. Tujuannya adalah melindungi visi dan misi perusahaan sesuai dengan tujuan para pendiri (founders) dalam mengembangkan kegiatan usaha yang dijalankan perusahaan

“Regulasi OJK ini memotivasi perusahaan teknologi IPO. Share untuk hak suara lebih dari common stock. Jadi istilahnya mengangap bahwa founder itu adalah aset dari perusahaan itu, sama seperti Steve Job untuk Apple,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini