Share

RI Masih Impor Tekstil dan Baja, Menko Luhut: Mematikan Industri Kita!

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Selasa 12 April 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 320 2577399 ri-masih-impor-tekstil-dan-baja-menko-luhut-mematikan-industri-kita-wzilsPk5Rq.jpg Menko Luhut Sindir soal Impor Baja dan Tekstil. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA - Indonesia masih banyak melakukan impor tekstil bahkan membuat industri lokal dalam negeri menurun hingga bisa tutup. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong produk lokal bisa digunakan karena kualitasnya tak kalah dengan impor.

“Tadi kita lihat tekstil ternyata masih banyak sekali impornya mematikan nanti industri tekstil kita," kata Luhut dalam acara Showcase dan Business Matching yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta, dikutip Selasa (12/4/2022).

Baca Juga: Barang Impor yang Bikin Jokowi Marah, Simak Daftarnya!

Menurut Luhut, untuk saat ini impor produk baja pun masih tinggi. Padahal, menurut dia banyak pemain lokal yang mampu membuat produk baja berkualitas.

"Tadi baja masih banyak impor mematikan nanti industri baja kita, yang tidak perlu, padahal kita sudah bisa produksi," ujarnya.

Baca Juga: Usai Jokowi Marah-Marah, Produk Impor di E-Katalog Dilarang Dijual

Untuk mengurangi produk impor, saat ini Pemerintah tengah mengembangkan sistem yang akan memantau impor dan penggunaan produk impor melalui e-katalog dan gerakan gernas BBI.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Nah tadi karena dengan sistem digital ini semua ketahuan dan siapa yang membuat itu kita tahu, tadi kita sudah ngerti siapa ini semua lakukan ini," urainya.

“Jadi nanti semuanya harus dilakujan terintegrasi untuk ciptakan lapangan pekerjaan kerja, kita kerja sama ke LKPP, Jajaran kementerian, over all kita masih terbaik diantara semuanya, tak ada lagi nanti korupsi-korupsi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini