Share

Anak Usaha Jasa Marga Dikabarkan PHK 13 Pekerja

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 13 April 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 320 2578472 anak-usaha-jasa-marga-dikabarkan-phk-13-pekerja-Se39ZGnqMj.jpg Anak Usaha Jasa Marga Dikabarkan PHK Pekerja. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga)

JAKARTA - Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) dikabarkan memecat 13 pekerjanya. Kabar ini diungkap Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek).

Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat menuding, PT JLJ melakukan PHK terhadap 13 pekerja saat menjelang Ramadan 2022. Sikap manajemen dinilai sepihak lantaran tidak menjelaskan alasan pemecatan tersebut.

"Keputusan PHK sepihak ini menunjukkan tidak adanya empati dan kepedulian dari manajemen anak perusahaan PT Jasa Marga tersebut. Bayangkan saja, manajemen melakukan PHK 1 bulan sebelum hari Raya Idul Fitri," ungkap Mirah Sumirat, Rabu (13/4/2022).

Baca Juga: Kabar PHK Massal 161 Karyawan, Ini Penjelasan Unilever Indonesia

Mirah Sumirat menjelaskan pada awal Maret 2022, 13 orang pekerja PT JLJ tiba-tiba mendapat surat undangan dari manajemen. Undangan pertama, 13 pekerja secara bergiliran diminta hadir pada 4 dan 7 Maret 2022 dengan agenda Penyampaian Surat Pemberitahuan PHK.

Undangan kedua, 13 pekerja diminta hadir pada 9 Maret 2022 dengan agenda Penyampaian Surat Pemberitahuan PHK dan penjelasan kompensasi PHK. Sejak undangan pertama, 13 pekerja telah menyampaikan sikap penolakan PHK kepada manajemen. Namun, manajemen tetap melakukan pemberhentian.

Baca Juga: IKEA Tutup Toko, 450 Karyawan Terancam Kena PHK

Mirah menyebut berdasarkan laporan yang diterima ASPEK Indonesia, terhadap 13 pekerja dimaksud, manajemen sudah langsung menghentikan kepesertaannya dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan terhitung sejak 1 April 2022.

Aspek Indonesia, lanjut dia, mendesak manajemen PT JLJ untuk membatalkan PHK yang telah dilakukan dan mempekerjakan kembali 13 pekerja dimaksud. Tuntutan ASPEK Indonesia ini didasarkan pada pertimbangan masa kerja para pekerja yang telah lama, yaitu antara 8-20 tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, para pekerja yang di-PHK tidak pernah mendapatkan Surat Peringatan apapun sesuai ketentuan yang ada dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

"Aspek Indonesia menilai tidak manusiawi rasanya, jika anak perusahaan BUMN melakukan PHK justru di saat memasuki bulan suci Ramadan," ungkapnya.

Mirah Sumirat juga mengungkapkan terdapat 1 pekerja perempuan yang sedang hamil 8 bulan, terdapat pula 1 pekerja perempuan yang suaminya sedang sakit gagal ginjal dan sedang dalam proses pengobatan cuci darah.

Mirah Sumirat menegaskan, ASPEK Indonesia mendukung penuh aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ) pada Rabu hari ini, di kantor pusat PT JLJ, di Plaza Tol Jati Asih, Bekasi, dengan tuntutan agar pekerja dipekerjakan kembali.

"Jangan sampai BUMN dan anak perusahaan BUMN, melakukan PHK sepihak dan massal, justru di saat Menteri BUMN sedang mencanangkan penciptaan lapangan kerja di BUMN," ungkap Mirah Sumirat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini