Share

Kementerian Wajib Belanja 40% Produk Lokal, UMKM Sumringah

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 16 April 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 16 455 2580032 kementerian-wajib-belanja-40-produk-lokal-umkm-sumringah-fT3TrdzxdH.jpg Kebijakan wajib produk lokal 40% gaurahkan UMKM (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kebijakan pemerintah untuk memperbanyak dan menyerap produk lokal melalui kewajiban kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah belanja produk dalam negeri minimal 40% dari anggarannya, membuat UKM dan industri kecil dan menengah berlomba-lomba memproduksi produk lokal berkualitas.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini produk dalam negeri yang dihasilkan para pelaku UMKM sudah semakin berkualitas.

“Maka saya berharap jangan lagi ada produk impor dalam belanja pemerintah untuk produk yang dapat dihasilkan di dalam negeri. Sudah saatnya kita tingkatkan kolaborasi dengan produk UMKM,” katanya, Sabtu (16/4/2022).

Apalagi dengan valuasi nilai belanja pemerintah dan BUMN yang sangat besar apabila separuhnya saja bisa dipenuhi oleh produk UMKM dan koperasi, maka akan berdampak sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi.

“Dipastikan akan ada lapangan kerja baru bermunculan dan menjadikan daya saing produk UMKM semakin berkelas,” kata Teten.

Sementara itu, PT Berkah Instalasi Medika yang merupakan penyedia alat kesehatan bagi rumah sakit di berbagai daerah Indonesia. Sebelumnya, perusahaan ini hanya menyediakan AKL (Alat Kesehatan Luar Negeri) untuk dijual kepada rumah sakit.

Namun, setelah pemerintah mendorong untuk membangun industri lokal yang mampu membuat alat kesehatan sendiri, perusahaan ini pun mulai membuat AKD (Alat Kesehatan Dalam Negeri).

"Kami ada beberapa produk, di mana ada 3 unggulan yang sudah masuk e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), di antaranya ada HFNC, suction pump, dan dental aerosol. Nah untuk HFNC itu kami sudah TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 42%,” kata Perwakilan Berkah Instalasi Medika, Asep.

Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa produk lokal yang diproduksi oleh perusahaannya merupakan hasil kerja sama dengan PT ASKI (Astra Komponen Indonesia).

Meskipun ASKI merupakan perusahaan yang biasa memproduksi komponen otomotif, namun rupanya untuk membuat alat kesehatan bukan menjadi masalah untuk mereka.

"Kebetulan kami sebelumnya sudah mendistribusikan produk AKL ke sekitar 100 atau hampir 200 RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) di Indonesia. Mudah-mudahan setelah kami memproduksi AKD ini atau produk lokal dari kami juga bisa seperti itu," kata Asep.

Dia pun mengapresiasi keberpihakan pemerintah yang mewajibkan 40% anggaran belanja K/L dan Pemda untuk membeli produk lokal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini