Share

Saham MNC Energy Investments (IATA) Dapat Rekomendasi BUY, Begini Hasil Risetnya!

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 278 2585224 target-mnc-energy-investments-iata-di-2022-dan-2023-2EncOzBr1F.png Target Kinerja IATA di 2022. (Foto: Okezone.com/IATA)

JAKARTA - PT Henan Putihrai Sekuritas menginisiasi saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan peringkat BUY target price 390 atau 70% potensi return dari harga saat ini 230. Hal ini disebabkan potensi pemulihan kinerja keuangan menyusul kontribusi yang diantisipasi dari Bhakti Coal Resources (BCR) dan Bhakti Migas Resources (BMR) yang diharapkan dapat mengimbangi bisnis penerbangan yang sedang berkinerja kurang baik.

Setelah konsolidasi BCR, Pendapatan/EBITDA IATA kuartal I-2022 tercatat sebesar USD40,4 atau setara Rp23,5 juta. Laba Bersih berhasil pulih menjadi USD9,4 juta dari 0,5 juta kerugian bersih di FY21.

Baca Juga: IATA Pertajam Fokus Investasi di Sektor Energi

“Kami memproyeksikan EBITDA dan Laba Bersih 2022 dan 2022 dapat mencapai USD233,4 atau setara Rp260,1 juta dan Rp93,35-Rp104,05 juta, masing-masing, mengikuti target produksi batubara sebesar 7,8 atau 8,2 juta ton pada 2022 dan 2023,” tulis Company Update IATA oleh Henan Putihrai Sekuritas, Selasa (26/4/2022).

Oleh karena itu, pada kapitalisasi pasar yang diproyeksikan sebesar Rp4,65 triliun setelah rights issue, IATA saat ini diperdagangkan pada valuasi yang murah, hanya 3,5/3,1x dari rasio 22F/23F P/E-nya. TP kami menyiratkan 4,8/4,3x dari rasio P/E 22F/23F.

Baca Juga: MNC Energy Investments (IATA) Segera Rights Issue

Masih cukup murah jika dibandingkan dengan emiten lain sejenis seperti PTBA dan ADRO yang saat ini diperdagangkan pada 5,3x dan 7,6x rasio P/E-nya, masing-masing. Perusahaan IDX ENERGY saat ini diperdagangkan pada median 9,1x dari rasio P/E-nya masing-masing (Trailing 12M).

Menginisiasi dengan peringkat BUY pada TP 390 (70% potensi return dari harga sekarang 230) Kami menginisiasi IATA dengan peringkat BUY pada TP 390 (70% potensi return dari harga sekarang 230), karena potensi pemulihan kinerja keuangan menyusul kontribusi yang diantisipasi dari Bhakti Coal Resources (BCR) dan Bhakti Migas Resources (BMR) yang diharapkan dapat mengimbangi bisnis penerbangan yang sedang berkinerja kurang baik.

IATA berencana menerbitkan 14,84 miliar saham seri-B baru. Selain rights issue, ada juga 2,97 miliar waran dan 1,14 miliar saham private placement. Hasil dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk melunasi surat sanggup senilai USD 140 juta (Rp2 triliun) untuk mengakuisisi BCR dari PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan untuk membiayai modal kerja di masa depan. RUPST dijadwalkan pada 18-Mei-2022.

Sebagai informasi, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) sebelumnya dikenal sebagai PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang sebelumnya hanya bergerak di bisnis penerbangan charter dan infrastruktur pelabuhan. Akibat dampak negatif dari pandemi terhadap industri penerbangan, pada Februari dan April 2022, Perseroan memutuskan untuk memasuki bisnis pertambangan batubara dan migas dengan mengakuisisi dan mengkonsolidasikan PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan PT Bhakti Migas Resources (BMR), masing-masing. Kedua entitas tersebut berada di bawah pengendalian bersama MNC Group.

BCR memiliki kepemilikan mayoritas pada 9 aset tambang batubara yang berlokasi di Musi Banyuasin (Sumatera Selatan). Nilai kalori bervariasi antara 2600-3800 kkal/kg. Total cadangan dan sumber daya diperkirakan masingmasing mencapai 261,74 juta dan 1,6 miliar metrik ton. Rasio pengupasan 2,5 - 3,5 - 4x. BMR diharapkan memiliki kontrak Participating Interest dan Production Sharing dari blok Semai III (Papua Barat) setelah akuisisi 85% PT Suma Sarana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini