Share

Chandra Asri (TPIA), Emiten Milik Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp9,7 Triliun di Kuartal I-2022

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 28 April 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 278 2586793 chandra-asri-tpia-emiten-milik-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp9-7-triliun-di-kuartal-i-2022-x0XiBCvkkY.jpg Chandra Asri Kantongi Pendapatan Rp9.7 Triliun di Kuartal I-2022 (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD677,7 juta atau setara Rp9,75 triliun (kurs Rp14.400 per USD) pada kuartal I-2022. Angka ini naik 13% dari periode yang sama tahun lalu.

"Dalam kuartal I-2022, kami mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD677,7 juta di kuartal I-2022. Angka itu mengalami kenaikan 13 persen dari posisi USD598,4 juta pada kuartal pertama 2021," ucap Direktur Chandra Asri Suryandi dalam keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (28/4/2022).

 

Baca Juga: Emiten Taipan Prajogo Pangestu, Chandra Asri Buyback Surat Utang USD230 Juta

Kinerja TPIA, emiten milik miliarder Prajogo Pangestu selama kuartal pertama tahun 2022 sebagian besar dipengaruhi oleh perang Rusia-Ukraina.

Ketegangan geopolitik memicu harga minyak mentah melonjak hingga lebih dari USD100 per barel, yaitu sekitar 25% lebih tinggi kuartal-ke-kuartal dibanding kuartal IV 2021, dan sekitar 66% lebih tinggi dengan kuartal I 2021.

"Permintaan yang melemah di China karena ke lockdown COVID-19 juga menyebabkan pengetatan spread petrokimia, terutama untuk polyolefins," ujar Suyandi.

Adapun Perseroan mencatat EBITDA tercatat sebesar USD24,1 juta, dengan rugi bersih setelah pajak sebesar USD11 juta.

Chandra Asri juga terus mempertahankan neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar USD2,550 juta yang terdiri dari USD1,724 juta kas dan setara kas, USD398 juta surat berharga, dan USD428 juta fasilitas committed revolving credit yang tersedia.

Sebagai apresiasi kepada pemegang saham TPIA atas dukungannya selama ini, manajemen mengusulkan rasio pembayaran dividen sebesar 50% dari Laba Bersih Tahun Buku 2021, setara dengan USD76 juta.

"Pembayaran dividen final telah disetujui dalam RUPST baru-baru ini dan akan dibayarkan pada 20 Mei 2022 sebagai dividen tunai sebesar USD11 juta setelah memperhitungkan dividen interim USD65 juta yang telah dibayarkan sebelumnya pada tahun 2021,” ungkap Suyandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini