Share

Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Desember 2002

Antara, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2022 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 278 2589811 dolar-as-sentuh-level-tertinggi-sejak-desember-2002-pmR36rupW1.jpg Dolar AS Sentuh Level Tertinggi . (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Dolar AS mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Aksi jual saham mendorong permintaan untuk mata uang safe-haven.

Saham-saham banyak yang melemah pada perdagangan Kamis (5/5/2022), karena investor khawatir The Fed mengambil tindakan yang lebih drastis untuk mengendalikan inflasi.

Baca Juga: Dolar AS Ngamuk ke Level Tertinggi 20 Tahun, Ini Penyebabnya

Sedangkan greenback sebenarnya turun pada Rabu (4/5/2022), setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pembuat kebijakan tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin di masa depan. Itu terjadi setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, seperti yang diperkirakan secara luas.

"Pasar mendukung keputusan Fed yang mengorbankan dolar karena membantu memadamkan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga agresif yang mendorong ekonomi ke dalam resesi," Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo, dikutip dari Antara, Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Dolar AS Menguat terhadap Mata Uang Dunia

“Dolar juga bangkit kembali, karena suku bunga masih tampak di jalur ke lebih dari dua kali lipat (1,9%) pada Juli dan berpotensi tiga kali lipat (2,7%) pada akhir tahun, pandangan hawkish yang kuat yang membedakan The Fed dari saingan utamanya," tambahnya.

Indeks dolar mencapai 103,94, tertinggi sejak Desember 2002, sebelum jatuh kembali ke 103,73, naik 1,16% hari ini.

Sterling jatuh ke level terendah sejak Juni 2020 setelah bank sentral Inggris (BoE) menaikkan suku bunga ke level tertinggi sejak 2009 tetapi memperingatkan bahwa ekonomi berisiko resesi.

“Bank sentral Inggris sangat dovish. Mereka pada dasarnya memberi tahu pasar bahwa mereka benar-benar terlalu mahal di jalur suku bunga bank," ujar Ahli Strategi Makro Wells Fargo, Erik Nelson.

Sementara itu, mata uang Inggris terakhir merosot 2,25% pada 1,2351 dolar.

Euro juga melemah setelah data Jerman menunjukkan bahwa pesanan industri pada Maret mengalami penurunan bulanan terbesar sejak Oktober lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini