Share

Dulu Rugi, Ramayana (RALS) Cetak Laba Bersih Rp30,8 Miliar di Kuartal I-2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 278 2592274 dulu-rugi-ramayana-rals-cetak-laba-bersih-rp30-8-miliar-di-kuartal-i-2022-0pQp3eDmkH.JPG Ramayana Lestari cetak laba bersih Rp30,8 miliar. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencetak laba bersih sebesar Rp30,84 miliar pada kuartal I-2022.

Di mana hal ini berbalik dari kerugian senilai Rp85,26 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun emiten ritel ini juga membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,32% menjadi Rp600,53 miliar, dibandingkan dengan Rp490,94 miliar pada kuartal pertama 2021.

 BACA JUGA:Ramayana Rugi Rp85,66 Miliar di 3 Bulan Pertama 2021

Perseroan menyebut pendapatan dari penjualan barang beli putus segmen pakaian dan aksesori menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 326,27 miliar, sementara penjualan barang swalayan menyumbang Rp156,78 miliar.

Kemudian, pendapatan dari komisi penjualan konsinyasi tercatat sebesar Rp117,47 miliar yang terdiri atas penjualan pakaian dan aksesori oleh pihak ketiga sebesar Rp116,39 miliar dan penjualan barang swalayan sebesar Rp1,08 miliar.

Dari segmen lokasi, penjualan paling besar berasal dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan nilai Rp384,53 miliar. Sementara itu, Sumatra menyumbang Rp109,39 miliar, Sulawesi dan Papua sebesar Rp53,86 miliar, dan Kalimantan sebesar Rp52,74 miliar.

Pada akhir Maret 2022, jumlah aset RALS mencapai Rp5,40 triliun, meningkat dari posisi Desember 2021 sebesar Rp5,08 triliun. Di sisi lain, liabilitas perseroan juga naik menjadi Rp1,80 triliun pada Maret 2022 dari posisi Desember 2021 sebesar Rp1,48 triliun. Ekuitas RALS sampai akhir kuartal I/2022 mencapai Rp3,60 triliun, naik tipis dari posisi Desember Rp3,59 triliun pada Desember 2021.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andreas Kenny dalam risetnya menjelaskan bahwa kinerja RALS pada kuartal I 2022 sejalan dengan estimasi konsensus.

Namun, penjualan pada kuartal I 2022 masih 43% di bawah level kuartal I 2019 atau sebelum pandemi mengingat segmen konsumen yang ditargetkan RALS belum sepenuhnya pulih.

Sementara, RALS tetap berpeluang membukukan penjualan dan laba yang lebih besar pada kuartal selanjutnya, didorong oleh belanja momen Lebaran.

Dia menyebut bahwa mulai pulihnya arus mudik pada Lebaran tahun ini menjadi sinyal bagi peritel bahwa penjualan mendekati masa normal.

 BACA JUGA:Bisnis Ritel Babak Belur, Begini Kondisi Keuangan HERO hingga Ramayana

“RALS bersama dengan asosiasi peritel nasional mengestimasi level pemulihan mencapai 70—80% dibandingkan dengan masa normal untuk segmen menengah ke bawah dengan penjualan per meter persegi mencapai 69% posisi 2019,” jelasnya.

Diketahui, laba bersih RALS pada 2022 diperkirakan tumbuh 78,2% menjadi Rp379 miliar yang akan ditopang kenaikan penjualan 46,2% menjadi Rp3,2 triliun. Margin laba kotor RALS diperkirakan akan mulai normal ke posisi 46,7% sampai 43,1% seiring dengan Langkah perusahaan menambah diskon untuk menarik tingkat kunjungan.

Serta BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham RALS dengan target harga Rp1.000. RALS dipandang tetap menjanjikan untuk dicermati meski kinerjanya cenderung tertinggal dari perusahaan ritel sejenis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini