Sementara, kinerja positif pada kuartal pertama 2022 ditopang upaya Austindo Nusantara membangun fundamental aspek keberlanjutan dan penerapan ESG secara konsisten. Sejak 2012 perseroan telah menjalankan sejumlah proyek mitigasi perubahan iklim.
“Selain itu, Austindo Nusantara baru saja menyelesaikan road map mencapai net-zero carbon yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030,” ungkapnya.
Dia berharap ke depannya, dari survei lapangan terhadap potensi buah, produksi TBS dari perkebunan Sumatera Utara II dan Kalimantan Barat diperkirakan akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya di 2022.
BACA JUGA:Laba Bersih Mitratel (MTEL) Rp459 Miliar di Kuartal I-2022, Naik 34%
“Untuk mencapai pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan, kami akan memprioritaskan keseimbangan profil usia tanaman kelapa sawit dengan tetap mempertahankan profitabilitas dan arus kas melalui strategi penanaman kembali (replanting) terutama di perkebunan Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara I,” jelasnya.
Sebagai informasi, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi agronomi yang mengutamakan perhatian kepada unsur ramah lingkungan seperti penerapan pupuk organik (kompos) dalam skala lebih besar, setelah sukses menerapkan pupuk organik pada dua perkebunan.
Sehingga nanti akan ada inovasi lainnya seperti fertigasi, teknik penyerbukan dengan bantuan serangga penyerbuk kelapa sawit Elaeidobius kamerunicus, pengelolaan air, serta melakukan transformasi digital juga akan dilanjutkan pada tahun ini.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.