Share

Penjualan CPO Naik, Mahkota Group (MGRO) Cetak Laba Bersih Rp5,8 Miliar di Kuartal I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 278 2592871 penjualan-cpo-naik-mahkota-group-mgro-cetak-laba-bersih-rp5-8-miliar-di-kuartal-i-2022-Fj7K3mBOZ6.jpg Laba Mahkota Group (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Emiten perkebunan dan perdagangan kelapa sawit PT Mahkota Group Tbk (MGRO) meraih pendapatan Rp2,22 triliun pada kuartal pertama tahun 2022. Capaian tersebut tumbuh 80,01% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp1,23 triliun.

Secara rinci, penjualan minyak sawit mentah / crude palm oil (CPO) kepada pihak ketiga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,88 triliun. Adapun yang lain adalah penjualan inti sawit dan turunan Rp308,67 miliar, cangkang Rp13,28 miliar, abu janjang Rp1,77 miliar, dan lain-lain Rp358,44 juta.

Adapun penjualan CPO kepada pihak berelasi hingga Maret 2022 mencapai Rp200,62 miliar, tumbuh setelah pada periode tahun lalu masih nihil. Demikian isi laporan keuangan interim perseroan di Keterbukaan Informasi, dikutip Kamis (12/5/2022).

Sayangnya, beban pokok pendapatan terdongkrak menjadi Rp2,05 triliun, dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,06 triliun. Pos beban antara lain persediaan hingga pembelian bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) hingga CPO.

Alhasil, laba bruto perseroan adalah sebesar Rp171,26 miliar, masih lebih tinggi dari periode sama tahun lalu senilai Rp167,35 miliar. Setelah dipotong beban penjualan dan administrasi, perseroan menerima laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp10,36 miliar.

Adapun laba bersih perseroan menjadi Rp5,85 miliar. Capaian ini lebih baik daripada periode sama tahun lalu yang menderita kerugian Rp20,59 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham perseroan menjadi Rp1,66, setelah sebelumnya minus Rp5,83.

Per 31 Maret 2022, perseroan membukukan total aset sebesar Rp2,18 triliun, naik 20,20% dibandingkan akhir tahun 2021 sebesar Rp1,82 triliun. Pertumbuhan aset disebabkan karena kenaikan piutang usaha, persediaan, dan uang muka oleh sejumlah pelanggan.

Sebaliknya, liabilitas membengkak menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,11 triliun. Penyebabnya adalah pertambahan pinjaman bank hingga utang usaha ke pihak ketiga.

Jumlah ekuitas perseroan perseroan tumbuh dari Rp709,80 miliar, menjadi Rp716,35 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini