Share

Wall Street Menguat, Nasdaq Melesat 3,82%

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 05:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 278 2593981 wall-street-menguat-nasdaq-melesat-3-82-uWekhVeZnX.jpg Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Jumat. Bursa saham AS menutup pekan yang bergejolak ketika tanda-tanda inflasi memuncak bersaing dengan kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve dapat memiringkan ekonomi ke dalam resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 466,36 poin atau 1,47%, menjadi menetap di 32.196,66 poin. Indeks S&P 500 naik 93,81 poin atau 2,39%, menjadi berakhir di 4.023,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 434,04 poin atau 3,82%, menjadi 11.805,00 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi di zona hijau, dengan sektor konsumen menikmati persentase kenaikan terbesar, melonjak sebesar 4,1%.

Keuntungan dipimpin oleh rebound dalam saham teknologi megacap dan teknologi yang terkait, yang dijual dalam sesi sebelumnya karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah naik dan investor khawatir The Fed mungkin menaikkan suku bunga lebih agresif daripada yang diharapkan.

Terlepas dari kenaikan hari ini, S&P 500 dan Nasdaq membukukan kerugian mingguan keenam berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak musim gugur 2012 untuk S&P 500 dan sejak musim semi 2011 untuk Nasdaq.

Dow mencatat penurunan mingguan ketujuh berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang saham blue chips sejak akhir musim dingin 1980.

"Apakah ini kenaikan harga sementara? Atau apakah ini pengakuan investor, seperti yang saya yakini, bahwa aksi jual berlebihan?" kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, di New York.

Dalam enam hari perdagangan terakhir, Departemen Tenaga Kerja menyampaikan empat laporan ekonomi - pertumbuhan upah, IHK, IHP dan harga impor - yang bersama-sama menunjukkan inflasi mencapai puncaknya pada Maret, berita gembira bagi pelaku pasar yang khawatir The Fed dapat memicu resesi dengan serentetan dari kenaikan suku bunga melawan inflasi.

Musim pelaporan keuangan kuartal pertama telah mencapai batas akhir, dengan 458 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 78% telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut Refinitiv.

Saham Twitter Inc anjlok 9,7% menyusul cuitan Elon Musk bahwa dia telah menunda kesepakatan pembelian tunai senilai 44 miliar dolar AS, saat dia menunggu perusahaan media sosial itu memberikan data tentang akun palsu. Sementara Tesla Inc melonjak 5,7%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini