Share

Waskita Karya Dapat Dana Segar Rp3 Triliun, Berikut Proyek yang Bakal Digarap

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 278 2597231 waskita-karya-dapat-dana-segar-rp3-triliun-berikut-proyek-yang-bakal-digarap-v7gAJPXI8g.jpg Waskita Karya Raup Dana Baru (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk menerima good funds sebesar Rp3,28 Triliun. Dana ini berasal dari penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono menyebut dana tersebut ini digunakan untuk refinancing dan sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung - Palembang - Betung. Obligasi dan sukuk tersebut juga telah resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada 13 Mei 2022.

Dengan good funds tersebut, WSKT juga berhasil melaksanakan pelunasan atas pokok dan bunga Obligasi III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri A yang jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2022 dengan total sebesar Rp 528 Miliar.

"Pelunasan pokok dan bunga Obligasi ini merupakan bentuk dari komitmen perseroan untuk senantiasa melaksanakan kewajibannya kepada para investor obligasi," ungkap Destiawan, Jumat (20/5/2022).

Meski emiten pelat merah ini masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi dan masih terdampak gelombang kedua pandemi Covid-19, pendapatan usaha kuartal IV-2021 telah menunjukkan tren positif dengan meningkat sebesar 14,58% secara tahunan atau year on year (yoy).

Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp 2,65 triliun.

"Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada tahun 2021," ungkapnya.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22% YoY, penurunan beban penjualan sebesar 88,08% YoY serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89% YoY.

Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan sebesar 36,49% YoY pada kuartal IV 2021 dengan adanya Master Restructuring Agreement (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang di tahun 2021.

Jumlah aset pada 2021 sebesar Rp 103,60 triliun, atau meningkat sebesar 2,81% YoY disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan rights issue tahun 2021.

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi asset recycling yang dilakukan oleh Perseroan selama 2021. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 88,14 triliun, atau menurun sebesar 1,34% YoY disebabkan oleh penurunan utang usaha.

Ekuitas WSKT sebesar Rp 15,46 triliun, atau meningkat sebesar 35,28% YoY. Kemampuan likuiditas perusahaan pada 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan.

"Pada 2022 perseroan akan lebih fokus pada perolehan kontrak baru dengan target Rp 30 triliun, penyelesaian proyek tertunda, melanjutkan restrukturisasi secara grup dan melanjutkan strategic partnership dengan para investor, termasuk INA untuk melakukan asset recycling," tutur Destiawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini