Share

Cara Selamatkan Keuangan Pertamina-PLN Imbas Kenaikan Harga Minyak

Athika Rahma, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2022 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 320 2597922 cara-selamatkan-keuangan-pertamina-pln-imbas-kenaikan-harga-minyak-mxKWRJnbTQ.jpg Cara Selamatkan Keuangan Pertamina dan PLN. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi Pertamina dan PLN mengalami kerugian imbas naiknya harga minyak dunia.

Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp191 triliun untuk Pertamina dan Rp71 triliun untuk PLN.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, kerugian tentu akan sangat melukai kinerja keuangan dua perusahaan tersebut. Hanya ada satu cara yang bisa dilakukan pemerintah agar keuangan BUMN ini membaik.

Baca Juga: Harga Minyak Naik hingga 5% pada Minggu Ini

"Cuma satu (solusinya). Bayar kompensasi (subsidi) segera," ujar Mamit saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (21/5/2022).

Mamit mengatakan, pemerintah memang sedang dihimpit kondisi sulit dan tidak bisa memprioritaskan seluruh sektor. Namun, jika dampak kenaikan harga minyak dunia tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, tentu akan memberatkan bagi Pertamina dan PLN.

Baca Juga: Kapan Mulai Jual Minyak Goreng Curah Rp14.000? Begini Penjelasan Bulog

Apalagi, khusus untuk Pertamina menjual produk BBM mereka dengan harga di bawah keekonomian. Jika tidak mengalami penyesuaian, kerugian Pertamina semakin bertambah.

"Tapi untuk menyesuaikan hargapun mereka banyak pertimbangan terkait dampaknya. Jadi mereka dalam posisi sulit," ungkap Mamit.

Sampai saat ini, pemerintah masih belum bisa membayar beban kompensasi yang cukup besar untuk BBM penugasan dan subsidi. Beban keuangan Pertamina sangat besar karena Pertamina harus membeli terlebih dahulu termasuk adanya cost off money karena adanya pinjaman.

"Bagi PLN, mengingat salah satu variable untuk penentuan harga TDL (Tarif Dasar Listrik) adalah ICP (minyak mentah Indonesia). Kenaikan harga minyak dunia pastinya akan mendorong kenaikan harga ICP. Dampaknya adalah biaya pokok produksi akan meningkat. Disisi lain, beban kompensasi kepada PLN pastinya akan meningkat," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini