Share

IPO, Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) Optimis Industri Perikanan Makin Maju

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 278 2600985 ipo-cilacap-samudera-fishing-industry-asha-optimis-industri-perikanan-makin-maju-hSioILeec0.jpg Cilacap Samudera Fishing Industry IPO hari ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Dengan IPO, Cilacap Samudera optimis mendorong industri perikanan Indonesia.

Direktur Utama ASHA William Sutioso mengatakan, integrasi Cilacap Samudera yang dilakukan dari kapal perikanan, unit pengolahan ikan, pemasaran produk hasil ikan dan dockyard.

"Di mana dockyard ini merupakan yang terbesar di Cilacap dengan fasilitas antara lain slipway: 1,500 DWT dengan sidetrack: 5 lini dengan masing-masing 100m, yang dapat digunakan untuk reparasi kapal dan pembangunan kapal baru, cold storage dan kapal penangkapan ikan, kapal Cargo dan pengolahan ikan," ujar William dalam keterangan resminya, Jumat (27/5/2022).

Lebih jauh William menerangkan, melalui perusahaan Afiliasi, melakukan pengelolaan pelabuhan (Port) dan kapal tanker sebagai pemasok bahan bakar ke kapal.

Adapun ketersediaan BBM ini merupakan faktor penting dalam penangkapan ikan, pada saat ini, ketersediaan stasiun pengisian BBM di berbagai pelabuhan dan pendaratan di Indonesia baru sekitar 30% dari jumlah pelabuhan atau pendaratan ikan yang ada.

Dengan pengalaman 40 tahun di industri perikanan, perseroan telah membangun jejaring yang cukup luas, pada saat ini, secara aktif pelanggan lokal mencapai 383 Klien dan eksport 48 Klien.

Cilacap Samudera secara terus aktif mengembangkan produk-produk baru, pasar ekspor dan domestic yang belum tersentuh. Menurut William, meskipun pada saat ini pasar terbesar adalah ekspor mencapai 80-90% namun di kemudian hari perseroan akan mengembangkan pasar lokal, karena seringkali pasar lokal memiliki harga yang lebih baik.

Dalam rencana bisnisnya, salah satu penggunaan dana yang diperoleh dari Initial Public Offering, adalah akuisisi PT Jembatan Lintas Global. Akuisisi ini merupakan Langkah strategis dalam pengembangan pengolahan ikan, dimana PT JLG memiliki lokasi strategis di Jawa Timur, dengan limpahan ikan segar dari Pantai Utara dan Pantai Selatan serta tersedianya SDM, serta akses langsung Ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Selain itu, Perseroan juga memiliki misi untuk pemberdayaan masyarakat Pesisir dan Perempuan sebagai wujud pembentukan kapasitas (capacity building) dan kesetaraan gender dalam unit pengolahan ikan perseroan.

William menekankan bahwa pengolahan ikan memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan margin laba.

"Pada saat ini, PT JLG telah membuka pasar ekspor untuk pengolahan ikan ke Australia dan dalam proses pasar benua Amerika. PT JLG akan dikembangkan dalam pengelolaan Ikan dan import untuk pasar lokal ataupun re-eksport. Pada Desember 2021, perseroan melalui afiliasinya telah memperoleh izin import untuk 1,000 Ton ikan. Dengan demikian, Perseroan memiliki spektrum penerimaan yang luas," jelas William.

Sebagai antisipasi adanya rencana pemerintah Indonesia melakukan industrialisasi sektor perikanan dengan diberlakukannya KUOTA dalam penangkapan ikan terukur, maka perseroan juga telah mengajukan permintaan KUOTA di Maret 2022.

Dengan raihan dana IPO, maka setoran modal Perseroan mencapai Rp200 miliar, sehingga perseroan memenuhi syarat yang diajukan pemerintah dalam permintaan KUOTA.

Dalam Penawaran umum ini, harga yang ditawarkan adalah Rp100 dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 1,250,000,000 saham merepresentasikan 25% kepemilikan Publik.

Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang berasal dari portepel, sehingga raihan dana yang diperoleh sebesar Rp. 125 miliar. Adapun Penjamin Emisi merupakan Joint Lead Korea Investment sekuritas Indonesia dan KGI Sekuritas

William menambahkan, P/E yang ditawarkan relative murah, berdasarkan kaidah investasi. Maka P/E 2022 berkisar antara 14 – 18 kali, namun karena listing akhir Mei 2022, maka investasi akan lebih fair menggunakan P/E 2023 yaitu antara 11 kali – 14 kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini