Adapun perusahaan mengantongi penjualan sebanyak Rp5,22 triliun pada tahun lalu, mencakup produk kelapa sawit sebanyak Rp5,04 triliun, dan lain-lain Rp181,51 miliar. Nilai penjualan meningkat 49,11% dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp3,50 triliun.
Beban pokok penjualan SGRO membengkak tahun lalu sebesar Rp3,53 triliun, dari Rp2,61 triliun.
Kinerja keuangan full year 2021 membuat perseroan membukukan laba bersih per saham dasar melejit menjadi Rp441, dibandingkan rugi bersih per saham dasar akhir 2020 sebesar Rp111.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)