Seperti diketahui, SMKL memiliki beberapa segmen usaha yang terdiri dari carton box, offset printing box, preprint corrugated box, dan rigid box.
Kontribusi terbesar pemasukan berasal dari penjualan carton box sebesar 57%, offset printing box sebesar 27%, preprint corrugated box sebesar 13%, dan rigid box sebesar 3%.
“Pada tahun 2022 ini SMKL menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 15%. Kami akan terus berinovasi dan memenuhi permintaan pelanggan SMKL dengan optimal,” tandas Herryanto.
Berdasarkan laporan keuangan interim per Maret 2022, SMKL membukukan total aset sebesar Rp2,05 triliun, atau meningkat 7,27% dibandingkan posisi aset akhir 2021 senilai Rp1,91 triliun.
Jumlah kewajiban pembayaran utang atau liabilitas bertambah menjadi total Rp1,20 triliun, dari akhir 2021 sebanyak Rp1,09 triliun. Adapun ekuitas SMKL tumbuh menjadi Rp850,41 miliar.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.