Adapun laba bersih YELO adalah sebesar Rp1,9 miliar atau naik 40,6% dari periode sama tahun lalu sebanyak Rp1,30 miliar.
"Dengan pencapaian tersebut, diharapkan perseroan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya hingga akhir tahun," tandas Wewy.
BACA JUGA:Siloam Hospitals (SILO) Segera Bayar Dividen Tunai Rp19,3/Saham, Cek Jadwalnya
Berdasarkan laporan keuangan di Keterbukaan Informasi, laba per saham dasar dari semula Rp3,45,- menjadi Rp0,96,-.
Per Maret 2022, YELO membukukan total aset sebesar Rp295,31 miliar, atau meningkat 0,69% dari akhir tahun 2021 sebanyak Rp293,28 miliar.
Liabilitas perseroan membengkak dari akhir 2021 sebesar Rp1,96 miliar, menjadi Rp2,05 miliar. Sedangkan total ekuitasnya tumbuh menjadi Rp293,26 miliar, dari Rp291,32 miliar.
Jumlah kas dan setara kas akhir periode YELO mencapai Rp8,28 miliar, lebih tinggi dari posisi periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp438,87 juta.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.