Share

Dear Investor, 6 BUMN Bakal Rights Issue Tahun Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 278 2607091 dear-investor-6-bumn-bakal-rights-issue-tahun-ini-QrFJ1oNnXM.jpg Rights Issue Emiten BUMN (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Enam emiten pelat merah direncanakan akan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dilakukan pada semester II-2022.

Kabar ini disampaikan langsung Wakil Menteri BUMN II, Kartiko Wirjoatmodjo atau Tiko dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR Rl. Adapun enam BUMN yang melakukan rights issue di antaranya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Lalu, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk,. "Nanti akan melalui right issue seperti waktu kita meng-inject Pegadaian dan PNM ke BRI," ujar Tiko, Selasa (7/6/2022).

Bagian dari upaya rights issue, Kementerian BUMN akan melimpahkan saham negara di PT Semen Baturaja Tbk, (SMBR) kepada Semen Indonesia.

"Baturaja ini masih di luar holding semen dan kita sudah sepakat akan kita injek kepada semen Indonesia, sedang jalan proses. Yang unik Baturaja perusahaan publik jadi cukup kompleks, butuh persetujuan kedua belah pihak dan diharapkan bisa terlaksana," tutur Tiko.

Untuk Waskita, Kementerian BUMN mendorong agar emiten mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun. Tambahan dana juga akan diperoleh perusahaan melalui penerbitan saham baru di pasar modal.

Ihwal rights issue Waskita Karya, lanjut Tiko, akan menjadi aksi korporasi emiten di BEI yang terakhir, setelah pada tahun lalu perusahaan sudah melaksanakan HMETD.

"Jadi ini right isu terakhir yang di Waskita setelah tahun lalu sudah right issue pertama dan diharapkan dengan right issue terakhir ini dan juga penjualan beberapa ruas tol di tahun ini diharapkan Waskita di tahun 2022 dan 2023 nanti sudah mulai masuk ke fase penyehatan," kata dia.

"Adhi Karya dengan berbagai project yang ada, termasuk Tol Solo-Jogja ini ada tambahan permodalan Rp1,9 triliun dan memang Adhi Karya ini yang terkecil permodalannya di antara seluruh karya yang lima besar itu dan ini kita harapkan ada right issue di triwulan II juga," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini