Share

Surya Esa Perkasa (ESSA) Tebar Dividen Rp78,3 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 278 2608608 surya-esa-perkasa-essa-tebar-dividen-rp78-3-miliar-rZ1oLu7TB2.jpeg Surya Esa bagikan dividen (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA – PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menyetujui pembagian dividen untuk pertama kalinya sejak penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2012. Dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) ESSA bakal membagikan dividen Rp5 per saham atau sebesar Rp78,3 miliar.

Presiden Direktur ESSA Vinod Laroya menyampaikan rasa bersyukur pada tahun 2022 untuk pertama kalinya perseroan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham ESSA.

“Harga komoditas yang kuat mendukung perolehan kas yang solid dan meningkatkan return kepada pemegang saham. Rekam jejak operasional kami luar biasa dan kami terus meningkatkan efisiensi,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga terus mengevaluasi peluang pertumbuhan baru dan optimis terkait masa depan ESSA sebagai perusahaan energi bersih dengan pengembangan teknologi CCUS (Carbon Capture, Utilization & Storage) untuk menghasilkan Blue Ammonia. Sebagai informasi pada RUPST tahun ini, selain pembagian dividen, ESSA juga telah menyetujui perubahan struktur kepengurusan, yaitu pengunduran diri salah satu Direksi ESSA, Ida Bagus Made (IBM) Putra Jandhana. ESSA berharap dapat melanjutkan kinerjanya yang kuat bersama dengan susunan direktur lainnya.

Sebagai informasi, di kuartal pertama 2022, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD159 juta atau naik signifikan 132% dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Disebutkan, bisnis amoniak menyumbang 92% ke total pendapatan dan sedangkan bisnis LPG berkontribusi 8%.

Ke depan, perseroan akan mengandalkan penjualan produk baru, yaitu amonia biru, untuk mendongkrak kinerja. Tingginya harga jual rata-rata amonia dan LPG akan turut menopang kinerja emiten produsen bahan kimia tersebut.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Tahun ini, perseroan mengungkapkan, permintaan amonia dan LPG akan meningkat. Proyeksi itu sejalan dengan perang Ukraina dan Rusia yang masih berjalan dan menyebabkan volatilitas pada harga jual rata-rata. Dari 20 juta ton amonia non-pupuk yang diperdagangkan secara global, Rusia memasok 4 juta ton, sementara ESSA menyumbang 0,7 juta ton.

Di samping itu, perseroan tetap berhati-hati dalam pendekatan menuju pemulihan ekonomi dan terus fokus pada keunggulan operasional, serta mengendalikan biaya untuk memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan. Saat ini, pasar komoditas global mengalami kenaikan harga yang tajam karena ekspektasi pemulihan global terus berlanjut, dengan harga yang tetap tinggi karena terbatasnya pasokan yang disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina. Harga realisasi amoniak berada di USD815/MT pada kuartal I-2022, meningkat signifikan sebesar 173% dibandingkan dengan kuartal I-2021.

Sementara harga realisasi LPG berada pada USD798/MT pada Kuartal I-2022 atau 37% lebih tinggi dibandingkan Kuartal I-2021. Di sisi operasional, produksi amoniak tercatat sebesar 186.474 MT dengan tingkat utilisasi pabrik sebesar 115% pada kuartal I-2022. Produksi LPG untuk kuartal I-2022 adalah 15.578 MT dengan ketersediaan pabrik 99,8%. Kemudian, ESSA mencapai EBITDA sebesar USD69,1 juta, naik 126% YoY.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini