Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bumi Serpong (BSDE) Sisihkan Rp1,35 Triliun sebagai Laba Ditahan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |10:21 WIB
Bumi Serpong (BSDE) Sisihkan Rp1,35 Triliun sebagai Laba Ditahan
BSDE sisihkan laba ditahan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menyisihkan Rp1,35 triliun untuk laba ditahan dan Rp2 miliar sebagai dana cadangan. Emiten anggota kelompok properti Sinar Mas Land telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Dengan adanya keputusan tersebut, pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia tersebut akan memperkuat struktur permodalan untuk mengembangkan proyek-proyek properti unggulan yang akan dikembangkan di tahun 2022.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menjelaskan, sebagai mitigasi risiko dan dengan adanya keputusan pemegang saham tersebut, maka Perseroan memiliki fundamental permodalan yang solid untuk menjamin pendanaan dan penyelesaian atas proyek-proyek properti yang dikelola.

"BSDE saat ini memiliki persediaan real estat sebesar Rp5,73 triliun yang terdiri dari akun Tanah dan Bangunan yang siap Dijual dan Bangunan yang Sedang Dikonstruksi, ujar Hermawan dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (17/6/2022).

Untuk persediaan dalam kategori Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual hingga akhir Maret 2022 tercatat sebesar Rp3,21 triliun. Proyek BSD City dan The Element tercatat sebagai proyek dengan persediaan terbesar yakni Rp2,01 triliun. Kemudian proyek dengan persediaan Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual terbesar selanjutnya adalah Klaska Residence Rp286,19 miliar dan South Gate Rp239,71 miliar.

Sedangkan kategori Bangunan yang Sedang Dikonstruksi tercatat memiliki persediaan senilai Rp2,52 triliun. Lagi-lagi proyek BSD City dan The Element menjadi proyek dengan kontribusi tertinggi yakni Rp788,32 miliar.

Hermawan menambahkan besarnya persediaan tersebut menggambarkan potensi BSDE atas prospek pendapatan di masa mendatang.

"Kami terus berupaya meningkatkan produksi real estat yang berkualitas untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen," katanya.

Sebelumnya, Hermawan meyakini target prapenjualan Rp7,7 triliun hingga akhir tahun 2022 akan tercapai. Terlebih dukungan pemerintah berupa insentif keringanan PPN masih berlanjut di tahun ini.

"Prospek sektor properti di tahun 2022 terus berkembang, terutama untuk rumah tapak yang menjadi salah-satu fokus utama pengembangan bisnis BSDE. Pertumbuhan residensial di daerah sub-urban dengan konsep hunian terpadu (hunian, komersial, hiburan dan perkantoran) masih menjadi pilihan utama konsumen," jelas Hermawan.

Penjualan segmen rumah tapak/residensial diperkirakan akan berkontribusi sebesar 74% atas target prapenjualan 2022, sedangkan 16% dari penjualan komersial antara lain (tanah kavling, ruko/ruko, kondominium) dan sisa lain-lain sebesar 10%.

Untuk mendukung pencapaian target tahun ini, BSDE akan meluncurkan produk-produk properti berkualitas baik itu rumah tapak, apartemen, ruko dan maupun unit komersial lain dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp15 miliar.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement